- Studi Geotab 2025 menunjukkan rata-rata penurunan kesehatan baterai mobil listrik kembali naik menjadi 2,3 persen per tahun.
- Penggunaan DC fast charging berlebihan mempercepat degradasi baterai, berbeda dengan pengisian normal yang lebih lambat.
- Degradasi baterai tidak linear; penurunan kapasitas paling signifikan terjadi pada awal masa pakai kendaraan listrik.
Suara.com - Salah satu pertanyaan besar bagi calon pengguna mobil listrik adalah: seberapa cepat battery health (kesehatan baterai) menurun setiap tahunnya? Jawaban ini penting karena baterai adalah komponen paling mahal sekaligus vital dalam sebuah EV.
Dikutip dari The Drive, studi terbaru dari Geotab terbaru mengungkap data soal teknologi EV dan kebiasaan pengisian, memberi gambaran yang cukup jelas.
Angka Rata-Rata Penurunan
Pada riset pertama tahun 2020, Geotab menemukan bahwa rata-rata baterai mobil listrik kehilangan 2,3 persen kapasitas baterai per tahun. Artinya, setelah delapan tahun, kapasitas baterai tinggal sekitar 80 persen dari kondisi awal.
Jika mobil baru mampu menempuh 350 km sekali isi penuh, maka setelah delapan tahun jaraknya turun menjadi sekitar 280 km.
Kabar sempat membaik di 2023, ketika angka degradasi tahunan turun ke 1,8 persen. Namun, data terbaru 2025 menunjukkan tren kembali naik ke 2,3 persen.
Penyebab Utama
Meski produsen mobil dan pemasok baterai sudah berusaha memperpanjang umur baterai lewat manajemen termal lebih baik dan teknologi kimia baru, ada faktor lain yang justru mempercepat degradasi: DC fast charging.
Pengisian cepat memang praktis, tapi juga membuat baterai lebih cepat panas dan menurunkan kesehatannya jika terlalu sering digunakan.
Baca Juga: Jarak Tempuh Wuling Cloud EV vs BYD M6 Mending Mana?
Variasi Berdasarkan Kebiasaan Pengisian
Geotab memecah data berdasarkan frekuensi penggunaan DC fast charging.
Mobil yang menggunakan DCFC kurang dari 12 persen dari total sesi pengisian hanya mengalami penurunan rata-rata 1,5 persen per tahun.
Mobil yang menggunakan DCFC lebih dari 12 persen sesi pengisian mengalami penurunan lebih tinggi, yakni 2,5 persen per tahun.
Perbedaan ini menunjukkan betapa besar pengaruh kebiasaan pengisian terhadap umur baterai.
Faktor Berat dan Ukuran Mobil
Berita Terkait
-
Jarak Tempuh Wuling Cloud EV vs BYD M6 Mending Mana?
-
Wuling Luncurkan Mobil Seharga 2 Yamaha XMAX, BYD Atto 1 Kalah Murah
-
Volvo EX60 Siap Debut: Terintegrasi Google Gemini, Jarak Tempuh 810 KM
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
10 Mobil Listrik Terlaris di China 2025: EV Murah Geely Gulingkan Tesla, Wuling Nomor 2
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek
-
Ketika Sensasi Berburu Hadiah Instan Jadi Daya Tarik Baru Konsumen
-
Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual
-
BBRI Jadi Pilihan JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Atraktif
-
JPMorgan: BBRI Layak Overweight, Kualitas Aset Terus Membaik