- Studi Geotab 2025 menunjukkan rata-rata penurunan kesehatan baterai mobil listrik kembali naik menjadi 2,3 persen per tahun.
- Penggunaan DC fast charging berlebihan mempercepat degradasi baterai, berbeda dengan pengisian normal yang lebih lambat.
- Degradasi baterai tidak linear; penurunan kapasitas paling signifikan terjadi pada awal masa pakai kendaraan listrik.
Selain kebiasaan pengisian, ukuran dan bobot mobil juga berperan. EV yang lebih besar dan berat cenderung mengalami degradasi lebih cepat dibandingkan mobil kecil dan ringan.
Hal ini karena beban kerja baterai lebih tinggi untuk menggerakkan massa kendaraan yang besar.
Pola Degradasi
Menariknya, penurunan kapasitas baterai tidak terjadi secara linear. Grafiknya lebih menyerupai kurva: degradasi lebih cepat terjadi di awal masa pakai, lalu melambat seiring waktu.
Artinya, tahun-tahun pertama kepemilikan adalah periode paling krusial dalam menjaga kesehatan baterai.
Dengan data ini, calon pengguna EV bisa lebih bijak dalam mempertimbangkan pembelian dan penggunaan sehari-hari.
Menghindari terlalu sering mengandalkan DC fast charging dan memilih mobil sesuai kebutuhan bisa membantu menjaga kesehatan baterai lebih lama.
Berita Terkait
-
Jarak Tempuh Wuling Cloud EV vs BYD M6 Mending Mana?
-
Wuling Luncurkan Mobil Seharga 2 Yamaha XMAX, BYD Atto 1 Kalah Murah
-
Volvo EX60 Siap Debut: Terintegrasi Google Gemini, Jarak Tempuh 810 KM
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
10 Mobil Listrik Terlaris di China 2025: EV Murah Geely Gulingkan Tesla, Wuling Nomor 2
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
Terkini
-
5 Mobil Mitsubishi Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
-
Isi Kantong Rp100 Juta Bawa Pulang Avanza Generasi Berapa? Ini 5 Varian Telaris
-
Pereli Indonesia Kantongi Peringkat Kelima Kategori Dakar Classic di Rally Dakar 2026
-
Changan Perkuat Pasar Mobil Listrik Indonesia Lewat Jaringan Manufaktur Global
-
5 Motor Seirit Honda BeAT untuk Harian dan Perjalanan Jauh, Kantong Tetap Aman!
-
4 Rekomendasi SUV Bekas: Perkasa, Murah, Awet tapi Boros Dikit
-
Budget Rp50 Juta Dapat Toyota Kijang Tahun Berapa? Cek Pilihannya untuk Mobil Keluarga
-
Terpopuler: 5 Mobil Honda Bekas yang Jarang Rewel, Motor Kopling Paling Kuat Nanjak
-
Apa Saja Faktor yang Bikin Harga Mobil Terjun Bebas?
-
4 Varian Nissan March Bekas Paling Dicari Karyawan, Perawatan Mudah Gak Bikin Boncos