Otomotif / Mobil
Senin, 19 Januari 2026 | 10:16 WIB
Ilustrasi mobil listrik (Pexels/Hyundai Motor Group).
Baca 10 detik
  • Studi Geotab 2025 menunjukkan rata-rata penurunan kesehatan baterai mobil listrik kembali naik menjadi 2,3 persen per tahun.
  • Penggunaan DC fast charging berlebihan mempercepat degradasi baterai, berbeda dengan pengisian normal yang lebih lambat.
  • Degradasi baterai tidak linear; penurunan kapasitas paling signifikan terjadi pada awal masa pakai kendaraan listrik.

Selain kebiasaan pengisian, ukuran dan bobot mobil juga berperan. EV yang lebih besar dan berat cenderung mengalami degradasi lebih cepat dibandingkan mobil kecil dan ringan.

Hal ini karena beban kerja baterai lebih tinggi untuk menggerakkan massa kendaraan yang besar.

Pola Degradasi

Menariknya, penurunan kapasitas baterai tidak terjadi secara linear. Grafiknya lebih menyerupai kurva: degradasi lebih cepat terjadi di awal masa pakai, lalu melambat seiring waktu.

Artinya, tahun-tahun pertama kepemilikan adalah periode paling krusial dalam menjaga kesehatan baterai.

Dengan data ini, calon pengguna EV bisa lebih bijak dalam mempertimbangkan pembelian dan penggunaan sehari-hari.

Menghindari terlalu sering mengandalkan DC fast charging dan memilih mobil sesuai kebutuhan bisa membantu menjaga kesehatan baterai lebih lama.

Load More