- Veda Ega Pratama sukses meraih podium perdana di Moto3 Brasil 2026 yang penuh anomali.
- Media Italia menyoroti gaya balap Veda yang dinilai sangat cepat, agresif, dan tanpa takut.
- Mentalitas baja Veda terbukti saat mampu beradaptasi usai insiden red flag di Sirkuit Goiania.
Secara teknis, Veda menunjukkan karakter rider juara yang sangat dirindukan di kelas Moto3. Ia tak ragu berduel dalam formasi grup yang sangat rapat, mengunci lawan lewat teknik slipstream, hingga mengeksekusi late braking (pengereman telat) dengan presisi tingkat tinggi.
Dalam kelas Moto3 yang terkenal brutal dan penuh manuver berisiko tinggi, pendekatan "tanpa ragu" milik Veda menjadi faktor pembeda.
Ia tahu kapan harus sabar dan kapan harus menusuk celah sempit untuk melakukan overtake. Hasilnya? Ia sukses mengamankan posisi ketiga yang dramatis, tepat di belakang Maximo Quiles dan Marco Morelli.
Bukan Sekadar Penggembira di Musim Debut
Podium perdana ini adalah deklarasi lantang dari Veda Ega Pratama. Ia mengirimkan pesan tegas kepada lawan-lawannya bahwa ia datang ke Kejuaraan Dunia bukan untuk sekadar mencari pengalaman.
Sorotan luas dari media internasional menjadi bukti sah bahwa paket lengkap yang dimiliki Veda—kecepatan, agresivitas, dan mental tanpa takut—mulai sangat diperhitungkan. Jika tren positif ini terus dipertahankan, jangan heran jika nama pembalap Indonesia ini akan segera berubah status: dari sekadar "Kejutan Besar" menjadi "Penantang Gelar Juara Dunia".
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang
-
CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
-
Bukan Lexi dan FreeGo, Ini Senjata Rahasia Yamaha dengan Performa Ampuh untuk Sikat Vario 125