2. Cek Harga Pasar Kendaraan Bekas
Selain NJKB, Anda juga bisa melihat harga pasar kendaraan bekas untuk mengetahui estimasi nilai kendaraan saat ini. Cara ini cukup relevan terutama jika kendaraan sudah digunakan cukup lama dan mengalami penurunan nilai yang signifikan.
Dengan mengunjungi marketplace otomotif atau dealer kendaraan bekas, Anda dapat membandingkan harga kendaraan dengan merek, tipe, tahun, dan kondisi yang serupa.
Dari perbandingan tersebut, Anda bisa mendapatkan gambaran nilai pasar yang cukup realistis. Namun, karena harga pasar bisa berubah-ubah tergantung kondisi dan lokasi, hasilnya sebaiknya digunakan sebagai referensi tambahan.
3. Gunakan Pendekatan Nilai Wajar
Dalam praktiknya, penggunaan nilai wajar juga diperbolehkan dalam pelaporan pajak. Nilai wajar adalah nilai yang mencerminkan kondisi kendaraan saat ini, biasanya berada di antara harga beli dan harga pasar. Pendekatan ini sering digunakan jika kendaraan sudah cukup lama dimiliki atau jika tidak ada data pembelian yang jelas.
Misalnya, kendaraan yang dibeli beberapa tahun lalu dengan harga tinggi tentu mengalami penyusutan nilai. Dengan mempertimbangkan usia dan kondisi kendaraan, Anda dapat memperkirakan nilai yang lebih realistis dan masuk akal untuk dilaporkan. Pendekatan ini membantu menjaga agar data harta tetap relevan dengan kondisi sebenarnya.
4. Konsistensi Lebih Penting daripada Akurasi Sempurna
Dalam pelaporan Coretax, konsistensi menjadi hal yang lebih penting dibandingkan akurasi yang terlalu detail. Artinya, selama nilai yang dilaporkan masih wajar dan tidak berubah secara drastis tanpa alasan yang jelas, maka hal tersebut umumnya dapat diterima.
Baca Juga: Apakah Motor Wajib Dilaporkan Ke Coretax? Begini Efeknya Jika Tidak Input Data
Perubahan nilai yang terlalu signifikan dari tahun ke tahun justru bisa menimbulkan pertanyaan. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan metode penilaian yang sama secara konsisten agar data yang dilaporkan terlihat logis dan dapat dipercaya.
5. Jika Memungkinkan Simpan Dokumen Pembelian
Agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaporan nilai kendaraan, sebaiknya Anda menyimpan dokumen pembelian sejak awal sebagai referensi utama. Selain itu, membandingkan nilai dengan NJKB atau harga pasar juga bisa membantu memastikan bahwa angka yang digunakan masih relevan.
Jika memang harus menggunakan estimasi, pastikan nilainya masih masuk akal dan tidak terlalu jauh dari kondisi sebenarnya. Dengan pendekatan yang hati-hati dan konsisten, Anda dapat melaporkan nilai kendaraan dengan lebih percaya diri tanpa khawatir menimbulkan masalah di kemudian hari.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Solar Mahal! Ini 5 Mobil Bekas 7 Penumpang yang Irit, Cocok untuk Gantikan Innova Diesel
-
Rapor Penjualan Honda Awal 2026: Wajib Berbenah Biar Nggak Punah
-
Mobil Terlaris Indonesia 2026: Kejutan Besar Merek China, Nasib Honda yang Tertekan di Bulan April
-
5 EV dengan Jarak Tempuh Terjauh di Indonesia, Ada Mobil Listrik Buatan Lokal
-
Berkat Subsidi, Penjualan Mobil Listrik Toyota Kalahkan BYD
-
Nyali Teruji Sakit Dihadapi: Drama Skuad Honda pada ARRC 2026 di Sirkuit Buriram Demi Merah Putih
-
Lupakan eSAF, Penantang Honda PCX Ini Punya Fitur Ala Moge dan Bobot 30 Kg Lebih Ringan
-
Ganas dengan CBR250RR, Pembalap Yogyakarta Sukses Kibarkan Merah Putih di Sirkuit Buriram
-
Bukan Gran Max atau Carry, Mobil MBG di Garut Ini Bikin Off-Roader Melongo
-
Ironi Luky Alfirman: Lengser Gegara Loloskan Motor Listrik MBG, Garasi Pribadinya Cuma Mobil Tua