- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kesulitan pelaporan SPT Tahunan PPh 2025 melalui platform Coretax.
- Menkeu menduga platform Coretax sengaja dibuat rumit dengan mengalihkan layanan ke perusahaan pihak ketiga.
- Purbaya memerintahkan investigasi untuk memperbaiki desain Coretax yang bermasalah sejak resmi 1 Januari 2025.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi soal keluhan masyarakat yang kesulitan melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) untuk Tahun Pajak 2025 di platform Coretax.
Menkeu Purbaya blak-blakan kalau platform milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu agak aneh lantaran sering keluar saat mau mengisi data.
"Cortex itu agak aneh. Kemarin saya investigasi, ada yang muter-muter, tiba-tiba muter-muter keluar lagi kan," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Kamis (26/3/2026).
Bendahara Negara menduga kalau ada sistem Coretax yang beralih ke layanan milik perusahaan tertentu. Padahal sebelumnya dia sudah memerintahkan untuk tidak menggunakan layanan tersebut.
Ia pun menduga adanya permainan yang membuat Coretax sulit dipakai. Purbaya juga memastikan bakal menginvestigasi pihak yang terlibat.
"Rupanya ada sistem yang masuk ke service-nya salah satu perusahaan yang saya sudah bilang jangan ke situ lagi, dipakai lagi ke situ rupanya. Saya suruh ganti lagi. Nanti saya investigasi siapa yang main-main," beber dia.
Purbaya juga menyebut kalau Coretax salah desain yang membuatnya sulit diakses. Padahal platform tersebut baru saja diresmikan 1 Januari 2025 lalu.
"Pertama salah desain, kedua memang ada... Saya kan teka-teki. Itu kan program baru, kenapa sulit dipakai?" keluh dia.
Purbaya kemudian curiga kalau Coretax sengaja dibuat kusul lantaran bisa lebih cepat diakses jika memakai layanan tertentu. Hal itu baru ia ketahui sebulan lalu.
Baca Juga: Tutorial Aktivasi Coretax Terbaru 2026: Panduan Lengkap dan Mudah
"Rupanya salah satu kelemahannya adalah, Anda tahu ada servis jasa software atau aplikasi yang menghubungkan Cortex dengan nasabah? Itu cepat kalau pakai itu. Jadi saya curiga Cortex di sini dibuat kusut. Di sini ada aplikasi itu, ke nasabah-nasabah besar. Saya baru tahu mungkin sebulan yang lalu," paparnya.
Ia memastikan Coretax akan segera diperbaiki setelah menemukan adanya celah kecurangan untuk bisnis.
"Nanti kita beresin. Tapi memang desain awalnya juga kurang bagus," tegasnya.
Berita Terkait
-
Tutorial Aktivasi Coretax Terbaru 2026: Panduan Lengkap dan Mudah
-
Cerita Purbaya Lapor SPT Tahunan: Kurang Bayar Rp 50 Juta, Isi Coretax Dibantu Orang Pajak
-
Langkah Mudah Login Coretax DJP Gunakan NPWP 16 Digit dan NIK
-
Apa Itu Harta PPS di Coretax? Ini Cara Hitung dan Lapornya
-
Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik
-
LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis
-
Hindari Saham-saham Ini Jelang Rebalancing MSCI
-
Loker BUMN: BRI Buka Lowongan Hingga Juli 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar
-
Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty, Kecuali Perintah Presiden
-
Rupiah Jadi Biang Kerok IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.800 di Sesi I
-
Intip Kisi-kisi Rebalancing MSCI
-
Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang
-
Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan
-
Rupiah Bisa Tembus Rp18.000