Waktu penggantian juga sangat dipengaruhi oleh siklus pengisian (charge cycle).
Sebagian besar baterai berkualitas memiliki siklus sekitar 1.000 kali pengisian penuh.
Jika siklus tersebut sudah terlampaui, performa kimiawi di dalam baterai akan menurun secara alami, membuat akselerasi terasa loyo dan jarak tempuh menyusut drastis.
Jangan menunggu baterai benar-benar mati total karena dapat berisiko merusak komponen kelistrikan lainnya.
Waspadai sinyal-sinyal ini
Berikut adalah tanda-tanda yang menunjukkan baterai motor listrik sudah mencapai batas usianya
- Jarak tempuh menyusut drastis
Jika biasanya motor mampu menempuh 60 km dalam sekali pengisian penuh, namun kini hanya sanggup menjangkau 30 km, itu adalah sinyal kuat penurunan sel baterai.
Penurunan drastis ini menandakan baterai tidak lagi mampu menyimpan energi secara maksimal.
- Durasi pengisian daya terlalu cepat
Baterai yang sudah aus justru sering kali terisi penuh dalam waktu yang tidak wajar atau terlalu singkat.
Hal ini terjadi karena kapasitas ruang simpan energi yang tersisa memang sudah mengecil, sehingga indikator menunjukkan angka 100 persen padahal daya aslinya sangat minim.
Baca Juga: Berapa Biaya Pajak STNK Motor Listrik Tahun 2026? Beda Jauh dengan Motor Biasa
- Penurunan tegangan mendadak (drop)
Ciri yang sering ditemui adalah indikator persentase daya yang melompat turun secara tiba-tiba saat motor digunakan untuk menanjak atau berakselerasi spontan.
Fenomena ini menunjukkan baterai sudah tidak kuat menahan beban arus besar.
- Perubahan fisik baterai
Cermati kondisi fisik seperti baterai yang mulai menggembung atau terasa panas berlebih saat diisi daya.
Jika ada bau terbakar atau kebocoran cairan, baterai harus segera diganti demi keamanan berkendara.
Bahaya mengintai jika tak segera ganti
Mengabaikan kondisi baterai yang sudah aus dapat memicu kerusakan berantai pada sistem kelistrikan motor listrik.
Risiko paling fatal adalah terjadinya korsleting atau hubungan arus pendek yang berpotensi menyebabkan kebakaran akibat suhu berlebih (overheat).
Selain itu, performa motor akan menurun drastis sehingga sering mogok mendadak di tengah jalan.
Baterai yang menggembung juga berisiko merusak modul elektronik atau kontroler yang harganya jauh lebih mahal jika tidak segera ditangani dengan penggantian unit baru.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Daftar 10 Provinsi yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026
-
Mitos Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Mulai Terpatahkan Data Lapangan
-
Mobil Keluaran 90-an yang Direkomendasikan Pakar: Desain Timeless, Bertenaga, Lebih Murah dari Motor
-
Bedah Data: Penjualan Mobil Listrik Polytron 2026 Kalahkan Brand Tenar dari Jepang dan Jerman
-
Sistem Infotainment Mobil Modern Dinilai Mengancam Keselamatan Berkendara
-
Bukan Indonesia, Negara Ini yang Jadi Tempat Kelahiran Yamaha R2?
-
Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia
-
Studi: Gen Z Tak Bisa Ganti Ban Mobil Senidiri saat Ban Bocor
-
Ada 9 Varian: Simak Perbedaan Harga dan Fitur Yamaha Aerox Biar Nggak Bingung
-
Touring Seru di Tanah Rencong Komunitas Motor Jelajahi Destinasi Ikonik Sambil Edukasi Mesin