- Jaga kebersihan filter udara dan throttle body agar asupan udara pembakaran mesin selalu optimal.
- Tekanan angin ban yang pas membuat laju motor ringan dan menghemat konsumsi bensin harian.
- Segera ganti busi dan belt CVT yang mulai aus agar tenaga tidak terbuang percuma.
Suara.com - Dikenal sebagai pelopor motor matic yang jago soal urusan irit bensin, Honda BeAT nyatanya bisa berubah jadi rakus BBM kalau perawatannya diabaikan. Padahal, mengembalikan efisiensi konsumsi BBM skutik sejuta umat ini sebenarnya sangat mudah asalkan kamu tahu komponen mana saja yang mulai minta "jajan".
Bensin yang terasa lebih cepat ludes biasanya terjadi karena tenaga yang dihasilkan mesin tidak lagi sebanding dengan bahan bakar yang dibakar. Efeknya, kamu tanpa sadar akan memelintir tuas gas lebih dalam saat berkendara.
Nah, daripada dompet makin tipis karena terus-terusan mampir ke pom bensin, yuk ambil angle cerdas dengan memanjakan ulang tungganganmu. Cukup periksa dan rawat lima komponen krusial berikut ini agar performa Honda BeAT kembali responsif dan anti boros:
1. Filter Udara: "Masker" Mesin yang Wajib Bersih
Sama seperti manusia yang kesulitan bernapas saat memakai masker kotor, mesin motor pun demikian. Debu dan cipratan minyak yang menumpuk di filter akan mencekik aliran udara menuju ruang bakar.
Akibatnya, takaran campuran udara dan bahan bakar jadi berantakan. Pembakaran yang tidak sempurna inilah yang membuat bensin terbuang sia-sia. Solusinya gampang, rutinlah membersihkan atau mengganti filter udara sesuai jadwal servis.
2. Tekanan Angin Ban: Beban Tersembunyi di Jalanan
Sering disepelekan, padahal ban yang kempis atau kurang angin adalah musuh utama keiritan. Saat ban kekurangan angin, penampangnya yang menyentuh aspal jadi jauh lebih lebar.
Motor akan terasa berat saat ditarik, seolah-olah sedang membawa beban ekstra. Mesin akhirnya harus bekerja ekstra keras dan menyedot lebih banyak bahan bakar. Pastikan kamu mengecek tekanan angin minimal seminggu sekali sesuai standar pabrikan.
Baca Juga: Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari
3. Busi: Sang Pemantik Api yang Mulai Lelah
Kesehatan busi sangat menentukan efisiensi motor. Seiring pemakaian, tumpukan kerak sisa pembakaran di ujung elektroda bisa membuat percikan api busi melemah.
Kalau apinya kecil, pembakaran di dalam mesin jadi loyo dan tarikan motor terasa berat. Ujung-ujungnya, pengendara pasti akan ngegas lebih kuat demi berakselerasi. Jangan ragu mengganti busi jika sudah waktunya agar api kembali biru dan tarikan motor kembali galak.
4. Belt CVT: Urat Nadi Skutik yang Jangan Sampai Melar
Di motor matic, belt CVT bertugas menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Kalau sabuk ini sudah aus, melar, atau kendor, transfer tenaga akan banyak yang hilang di jalan (slip).
Motor jadi cuma "menggerung" tapi larinya lambat. Tentu saja bensin jadi korban utamanya. Lebih dari itu, menunda penggantian belt CVT yang melar juga sangat berisiko membuatnya putus tiba-tiba di tengah jalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros
-
Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat
-
Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta
-
Gejala Kerusakan Shockbreaker Mobil Apa Saja? Simak Tanda Penting Berikut
-
Bagaimana Cara Membedakan Onderdil Mitsubishi yang Asli dan Palsu?
-
Penjualan Anjlok 87 Persen, Kia Kapok Jualan Sedan dan Pilih Suntik Mati
-
Harga Masih Misteri, Spesifikasi Hyundai Ioniq 3 Setara BYD Apa?
-
Harga Selisih Jauh, Motor Listrik Yamaha Aerox E vs Aerox 155 Lebih Kencang Mana?
-
Yamaha Dua Kali Naikan Harga Oli Yamalube Dalam Dua Bulan
-
Tunda Nyicil PCX: Intip 5 Mobil Hatchback Termurah dan Irit Bensin Rekomendasi Pakar