Otomotif / Mobil
Sabtu, 18 April 2026 | 16:23 WIB
Pabrikan Otomotif Jepang Hengkang dari Thailand, Indonesia Menyusul? [Shutterstock/Rainer Plendl]
Baca 10 detik
  • Pangsa pasar pabrikan otomotif Jepang di Thailand anjlok drastis akibat serbuan mobil China. 
  • Era mobil listrik dan otomatisasi pabrik memicu ancaman PHK massal bagi pekerja otomotif. 
  • Serikat pekerja mendesak adanya pelatihan ulang, bukan sekadar pesangon bagi buruh yang terdampak. 

Badai efisiensi industri ini sebenarnya bukan hal baru di kancah global. Fenomena serupa sudah melibas pekerja pabrik di berbagai negara maju.

"Kami melihat lebih dari 100.000 pekerjaan otomotif hilang di Jerman tahun lalu. Tren ini juga terjadi di Amerika Serikat, Jepang, dan negara lainnya," kata Georg.

Oleh karena itu, Georg menegaskan bahwa sekadar memberikan uang ganti rugi bukanlah jalan keluar. Pekerja butuh jaminan keterampilan baru untuk bertahan hidup.

"Solusi tidak bisa hanya berupa pesangon. Kita harus fokus pada pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan agar pekerja bisa mendapatkan pekerjaan baru," tegasnya.

Pemerintah, perusahaan, dan serikat buruh wajib duduk bersama merumuskan strategi transisi ini. Kolaborasi yang buruk hanya akan menciptakan gelombang pengangguran massal baru.

"Di masa transformasi seperti sekarang, yang paling penting adalah bagaimana perusahaan dan serikat pekerja menyepakati cara mengelola perubahan tanpa semua orang kehilangan pekerjaan," ujar Georg.

Load More