- Pangsa pasar pabrikan otomotif Jepang di Thailand anjlok drastis akibat serbuan mobil China.
- Era mobil listrik dan otomatisasi pabrik memicu ancaman PHK massal bagi pekerja otomotif.
- Serikat pekerja mendesak adanya pelatihan ulang, bukan sekadar pesangon bagi buruh yang terdampak.
Badai efisiensi industri ini sebenarnya bukan hal baru di kancah global. Fenomena serupa sudah melibas pekerja pabrik di berbagai negara maju.
"Kami melihat lebih dari 100.000 pekerjaan otomotif hilang di Jerman tahun lalu. Tren ini juga terjadi di Amerika Serikat, Jepang, dan negara lainnya," kata Georg.
Oleh karena itu, Georg menegaskan bahwa sekadar memberikan uang ganti rugi bukanlah jalan keluar. Pekerja butuh jaminan keterampilan baru untuk bertahan hidup.
"Solusi tidak bisa hanya berupa pesangon. Kita harus fokus pada pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan agar pekerja bisa mendapatkan pekerjaan baru," tegasnya.
Pemerintah, perusahaan, dan serikat buruh wajib duduk bersama merumuskan strategi transisi ini. Kolaborasi yang buruk hanya akan menciptakan gelombang pengangguran massal baru.
"Di masa transformasi seperti sekarang, yang paling penting adalah bagaimana perusahaan dan serikat pekerja menyepakati cara mengelola perubahan tanpa semua orang kehilangan pekerjaan," ujar Georg.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan