- Biodiesel dari minyak nabati menjadi solusi utama pengurangan emisi karbon mesin diesel.
- Program B40 mencampur 40 Persen biodiesel untuk menghemat devisa negara Indonesia.
- Renewable Diesel mampu kurangi emisi karbon hingga 80 Persen tanpa modifikasi mesin.
Suara.com - Ketergantungan pada bahan bakar fosil, khususnya solar (diesel), kini mulai menjadi tantangan besar.
Selain harganya yang fluktuatif dan cenderung naik, emisi gas buang dari mesin diesel konvensional juga menjadi penyumbang polusi udara yang signifikan.
Namun dilansir dari laman resmi Shell, saat ini sudah tersedia berbagai energi alternatif yang jauh lebih ramah lingkungan dan bisa menjadi pengganti solar.
Bahkan, beberapa di antaranya diproduksi dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita, seperti minyak sawit hingga limbah kotoran ternak.
Berikut, 4 sumber energi alternatif utama pengganti solar yang perlu Anda ketahui ketika harga solar melejit.
1. Biodiesel
Biodiesel adalah primadona dalam daftar energi alternatif mesin diesel.
Bahan bakar ini terbuat dari minyak nabati seperti minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil), minyak jarak, hingga minyak goreng bekas.
Sifat fisik biodiesel ini juga hampir sama dengan minyak solar, sehingga bisa langsung digunakan pada mesin diesel tanpa perlu modifikasi besar.
Baca Juga: 7 Rekomendasi iPad Seri Lama yang Masih Layak Dibeli Saat ini
Selain itu, biodiesel lebih ramah lingkungan karena emisi karbonnya jauh lebih rendah dibandingkan solar murni.
2. Biosolar (B30/B40)
Anda mungkin sering melihat stiker B30 atau B40 di SPBU.
Stiker B30 atau B40 adalah Biosolar, yakni campuran antara biodiesel (minyak sawit) dengan solar konvensional dari minyak bumi.
- B30: Terdiri dari 30% biodiesel dan 70% solar.
- B40: Program terbaru dengan komposisi 40% biodiesel dan 60% solar.
Program ini bukan cuma soal gaya-gayaan, tapi bertujuan untuk mengurangi impor bahan bakar fosil, menghemat devisa negara, dan pastinya menurunkan emisi karbon secara nasional.
3. Diesel Terbarukan (Renewable Diesel)
Berita Terkait
-
Mobil Apa yang Bisa Pakai Bahan Bakar B50? Ini Daftarnya
-
Apa Itu Bahan Bakar B50? Bakal Diterapkan di Indonesia Per 1 Juli 2026
-
Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode
-
CELIOS Wanti-Wanti Mandatori B50 Bisa Bikin Rugi Negara
-
Waspada! Mandatori B50 Bayangi Kelangkaan Minyak Goreng, Rakyat Jadi Korban?
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Terpopuler: Recall Toyota 270 Ribu Mesin, Motor Listrik Yadea Bandung-Bogor
-
Memori Manis Setiap Kilometer Bersama Motor Honda
-
Reputasi 'Bandel' di Toyota Jadi Rusak Gara-Gara Mobil Satu Ini, 270 Ribu Mesin Kena Recall
-
Pilihan Mobil PHEV dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 KM
-
Motul Hadirkan Standar Baru Pelumas Motor 2 Tak Minim Asap
-
Nabrak pas Naik BYD? Perusahaan Siap Tanggung Kerugian, tapi Begini Syaratnya
-
Motor Listrik Yadea Tempuh Ratusan Kilometer Dalam Sekali Cas dengan Rute Bandung - Bogor
-
Sukses Jualan EV, BYD Kini Kembangkan Robot Humanoid
-
Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif
-
Xiaomi Merugi akibat Jualan Mobil Listrik, Kenapa?