Otomotif / Mobil
Rabu, 22 April 2026 | 07:05 WIB
Ilustrasi biodiesel, (Dok: JARR)
Baca 10 detik
  • Biodiesel dari minyak nabati menjadi solusi utama pengurangan emisi karbon mesin diesel.
  • Program B40 mencampur 40 Persen biodiesel untuk menghemat devisa negara Indonesia.
  • Renewable Diesel mampu kurangi emisi karbon hingga 80 Persen tanpa modifikasi mesin.

Berbeda dengan biodiesel biasa, Renewable Diesel diproduksi melalui proses hidrogenasi (hydrotreated).

Hasilnya adalah bahan bakar yang secara kimiawi setara dengan diesel bumi, tapi jauh lebih bersih.

Selain itu, berikut ini beberapa keunggulan Diesel Terbarukan:

  • Tanpa Modifikasi: Bisa langsung dituang ke tangki mesin diesel apa pun (drop-in fuel).
  • Performa Juara: Memiliki angka setana (cetane number) yang jauh lebih tinggi, sehingga pembakaran lebih sempurna.
  • Tahan Dingin: Tetap bekerja dengan baik di suhu dingin karena titik kabutnya (cloud point) yang lebih rendah dibandingkan diesel fosil.
  • Emisi Rendah: Mampu mengurangi emisi karbon hingga 80 persen.

4. Biogas

Kotoran ternak, limbah makanan, dan sampah pertanian juga bisa menjadi sumber energi alternatif untuk menggerakkan mesin.

Melalui proses fermentasi bakteri anaerob (tanpa oksigen), limbah-limbah ini menghasilkan gas metana yang disebut Biogas.

Selain bisa digunakan sebagai bahan bakar mesin dan pembangkit listrik, sisa pengolahan biogas (bioslurry) bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang kaya nutrisi.

Hal ini adalah solusi cerdas untuk mengolah limbah menjadi energi mandiri di pedesaan maupun industri.

Baca Juga: 7 Rekomendasi iPad Seri Lama yang Masih Layak Dibeli Saat ini

Load More