Otomotif / Motor
Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:10 WIB
Honda Vario 125 Street (Dok. Asmo)
Baca 10 detik
  • Posisi berkendara tegak berkat stang telanjang, bebas pegal untuk perjalanan jauh dan kemacetan harian.
  • Tarikan mesin bawah sangat responsif untuk perkotaan, namun mengorbankan top speed di trek lurus
  • Bantingan suspensi sangat empuk, meski visibilitas speedometer dan pencahayaan lampu dekat terasa kurang optimal.

Dipadukan dengan fitur Idling Stop System (ISS), mesin responsifnya ternyata tidak rakus bensin. Sangat masuk akal untuk menekan ongkos operasional harian.

"Kalau kita pakai buat harian sih kira-kira dapat 43 sampai 44 km/liter, masih okelah.  Kalau kalian riding di 50 sampai 60 km/h konstan, barnya bisa sampai ke 60 km/l."

5. Ruang Penyimpanan Lebih Besar

Kebutuhan membawa jas hujan, sarung tangan, atau mengisi daya gawai sangat difasilitasi di versi ini.

"Laci konsol yang ini pakai tutup... 1,7 liter. Dalamnya ini ada power outlet yang sekarang udah pakai model USB type C. Helm bisa masuk nih. Kalau helm open face ukuran standar, ini masuk banget."

Honda Vario 125. (Astra Honda)

5 Nilai Minus Honda Vario 125 Street

1. Top Speed Disunat

Ini adalah kompensasi dari tarikan bawah yang galak. Jika rute harian Anda didominasi trek lurus panjang dan sepi, performa napas atas motor ini akan terasa sangat kedodoran.

"Ternyata enggak sekencang versi yang sebelumnya... kalau udah di atas 60-70 naiknya lagi tuh lama banget. Di yang versi Street ini cuma dapat 108 km/h (speedometer), di GPS ternyata enggak nyampai 100 km/h."

Baca Juga: Motor Ikonik Honda Super Cub Tampil Imut Hasil Kolabirasi dengan Hello Kitty Harga Rp 30 Jutaan

2. Speedometer Kerap "Hilang" di Siang Bolong

Ukuran panel instrumennya terlampau kecil. Visibilitasnya pun merosot drastis saat layar terpapar sinar matahari langsung.

"Ini siang-siang di atas banyak pohon berbayang-bayang, kurang cerah gitu loh.  Kalau kita lagi jalan yang beneran cuma kelihatan jelas tuh hanya speedometernya aja, yang lain info-infonya harus pantengin."

3. Estetika Area Kokpit Terasa "Nanggung"

Beberapa elemen desain di area pengendara justru mencederai aura tangguh dari stang telanjangnya.

"Cover speedometernya ya... kalau di bagian samping gini kayak gantung gitu loh, aneh terlalu besar. Yang aneh bentuk tuasnya. Kiri sama kanan beda. Yang kiri ini kayak motor lama, enggak ada lekukan apa-apa dan panjang banget."

4. Sorot Lampu Dekat Biasa Saja

Desain headlamp tajam dan agresif ternyata tidak sejalan dengan ketebalan cahaya lampu dekatnya, terutama untuk rute malam hari tanpa lampu jalan.

"Lampu dekatnya kayak gini... enggak terlalu jauh ya dan enggak terlalu fokus. Kepekatannya biasa aja. Sayangnya emang belum ada hazard-nya."

5. Ketahanan Material Bodi Kasar Dipertanyakan

Ada sedikit downgrade dari sisi build quality pada sektor plastik warna hitam (kulit jeruk) yang rentan saat ditekan.

"Di bodi-bodi kasar yang sini ya... ini kelihatan kayak kurang kokoh ya. Kayak masih lentur-lentur gimana gitu kan."

Jika Anda mendambakan skutik gesit, bertenaga di putaran bawah, bebas pegal, dan jarang memacu kendaraan di atas 80 km/jam, Honda Vario 125 Street adalah pilihan yang sangat tepat untuk harian. Namun, jika kecepatan tinggi di trek lurus adalah prioritas Anda, bersiaplah untuk sedikit kecewa.

Load More