Otomotif / Mobil
Kamis, 16 Juli 2026 | 06:15 WIB
Mobil listrik (magnific/freepik)
Baca 10 detik
  • Riset Warrantywise di Inggris menunjukkan kerusakan mobil listrik paling sering terjadi pada sistem kelistrikan umum dan komponen suspensi.
  • Kekhawatiran kerusakan baterai utama pada mobil listrik terbukti berlebihan karena komponen tersebut jarang mengalami gangguan dibandingkan bagian lainnya.
  • Biaya perbaikan mobil listrik meningkat 10,7 persen pada periode 2024 hingga 2025 akibat pengaruh inflasi serta harga suku cadang.

Suara.com - Selama ini banyak orang mengira komponen paling mahal untuk diperbaiki pada mobil listrik adalah baterai utama bertegangan tinggi.

Namun, dikutip dari Carscoops, riset terbaru dari Warrantywise di Inggris justru menemukan hal berbeda.

Berdasarkan analisis permintaan klaim garansi, masalah terbesar yang dialami pemilik EV bukanlah baterai, melainkan perbaikan komponen listrik umum dan suspensi.

Data ini dikumpulkan oleh Warrantywise, perusahaan penyedia garansi mobil di Inggris.

Mereka menganalisis ribuan permintaan perbaikan dari mobil listrik yang tercakup dalam polis garansi.

Hasilnya menunjukkan bahwa kerusakan yang paling sering terjadi pada EV ternyata mirip dengan mobil bermesin bensin atau diesel.

Riset ini mencatat peningkatan rata-rata biaya perbaikan EV sebesar 10,7 persen antara 2024 dan 2025.

Mobil listrik pertama dari Ferrari yang diberi nama Luce. (Foto: Ferrari)

Kenaikan tersebut bukan semata karena reliabilitas menurun, melainkan juga dipengaruhi inflasi, biaya tenaga kerja, dan harga suku cadang.

Temuan ini berlaku di pasar Inggris, namun relevan juga untuk pasar global termasuk Indonesia.

Baca Juga: Viral Video BYD Tang Terjang Banjir Hingga Komponen Copot Picu Keraguan Keamanan Mobil Listrik

Banyak konsumen di sini masih ragu membeli EV bekas karena khawatir soal baterai.

Padahal, data menunjukkan baterai jarang rusak, sementara komponen lain justru lebih sering bermasalah.

Menurut laporan, “Battery problems overblown.” Atau, jika diterjemahkan:

"Kekhawatiran soal baterai EV terlalu dibesar-besarkan."

Baterai memang bisa rusak, tetapi kasusnya relatif jarang dan biasanya masih ditanggung garansi pabrikan lebih lama dibanding komponen lain.

Sebaliknya, kerusakan pada sistem listrik kecil, suspensi, hingga baterai 12 volt justru lebih sering muncul.

Load More