Otomotif / Mobil
Kamis, 16 Juli 2026 | 06:15 WIB
Mobil listrik (magnific/freepik)
Baca 10 detik
  • Riset Warrantywise di Inggris menunjukkan kerusakan mobil listrik paling sering terjadi pada sistem kelistrikan umum dan komponen suspensi.
  • Kekhawatiran kerusakan baterai utama pada mobil listrik terbukti berlebihan karena komponen tersebut jarang mengalami gangguan dibandingkan bagian lainnya.
  • Biaya perbaikan mobil listrik meningkat 10,7 persen pada periode 2024 hingga 2025 akibat pengaruh inflasi serta harga suku cadang.

Berikut lima masalah terbesar yang ditemukan Warrantywise:

Sistem listrik – Sensor

  • Biaya rata-rata: Rp19,4 juta ($1,085)
  • Klaim tertinggi: Rp78,1 juta ($4,380)
  • Sistem listrik – Central locking
  • Biaya rata-rata: Rp21,5 juta ($1,205)
  • Klaim tertinggi: Rp96,9 juta ($5,435)

EV – On-board charger

  • Biaya rata-rata: Rp51,5 juta ($2,890)
  • Klaim tertinggi: Rp249 juta ($14,000)

Suspensi – Wishbones

  • Biaya rata-rata: Rp29,4 juta ($1,650)
  • Klaim tertinggi: Rp98,3 juta ($5,515)

Sistem listrik – Baterai 12V

  • Biaya rata-rata: Rp12,7 juta ($716)
  • Klaim tertinggi: Rp23,6 juta ($1,325)

Menariknya, hanya on-board charger yang benar-benar spesifik untuk EV masuk daftar lima besar. Meski jarang rusak, biaya perbaikannya bisa sangat mahal.

Load More