Bisakah Busi Mobil Lawas yang Sudah Dibersihkan Dipakai Lagi? Ini Penjelasan dan Cara Amannya

Jum'at, 06 November 2026 | 14:39 WIB
Busi mobil. (Pexels/The IOP)
BACA 10 DETIK
  • Produsen busi NGK menyediakan panduan praktis membersihkan busi lawas menggunakan pembersih rem dan sikat kawat.
  • Busi bekas yang telah dibersihkan gagal mencapai performa optimal karena sudut elektrodanya sudah aus dan tumpul.
  • Kondisi endapan kotoran pada busi lama berfungsi sebagai indikator awal untuk mendiagnosis kerusakan internal mesin kendaraan.

Suara.com - Membersihkan dan memasang kembali busi mobil lawas yang kotor memang bisa dilakukan untuk menghemat pengeluaran.

Produsen busi seperti NGK menyediakan panduan langkah pembersihan mandiri dengan semprotan pembersih rem, sikat kawat, dan pengukur celah (feeler gauge).

Kendati demikian, busi bekas yang telah dibersihkan tidak akan pernah memiliki performa seoptimal busi baru karena sudut elektroda yang telah aus.

Selain itu, kondisi deposit pada busi lawas dapat menjadi petunjuk awal adanya kerusakan komponen internal mesin lainnya. Begini ulasannya seperti yang telah dirangkum Suara.com dari Carscoops.

Penghematan Biaya dan Cara Membersihkan Busi Lawas

Di tengah melambungnya biaya perawatan kendaraan, keputusan untuk membersihkan busi lama ketimbang langsung membeli unit baru menjadi langkah penghematan yang wajar.

Penggantian satu set busi berkualitas pada mobil tertentu bahkan dapat menelan biaya hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk suku cadang.

Proses pembersihan busi bekas pun terbilang sederhana dan tidak memerlukan peralatan khusus yang mahal, melainkan cukup menggunakan sikat kawat dan feeler gauge.

Produsen busi terkemuka NGK membagikan sejumlah langkah praktis guna menyegarkan kembali busi bekas agar dapat digunakan untuk beberapa ribu mil ke depan:

  • Seka dan Semprot: Lap bodi busi dan bagian ujung pembakaran menggunakan kain bersih, lalu semprotkan cairan brake cleaner pada area pembakaran.
  • Tunggu dan Sikat: Diamkan cairan selama kurang lebih 10 menit, kemudian sikat endapan kotoran atau kerak karbon secara perlahan memakai sikat kawat.
  • Atur Celah Elektroda: Atur ulang celah (gap) elektroda sesuai dengan spesifikasi standar pabrikan mobil menggunakan feeler gauge.
  • Ganti Ring Paking: Gunakan paking atau gasket baru apabila busi memiliki dudukan bertipe rata (flat seat).

Mengapa Performa Busi Bersih Tidak Pernah Setara Busi Baru?

Ruang pembakaran pada mesin mobil. (Pexels/Sandeep Singh)

Meskipun memberikan panduan pembersihan, pabrikan busi tetap merekomendasikan penggantian unit baru daripada menggunakan kembali busi lama.

Alasan utamanya terletak pada efisiensi loncatan bunga api listrik yang paling optimal terjadi pada sudut-sudut elektroda yang tajam.

Seiring masa pemakaian, sudut elektroda busi akan mengikis alami dan menjadi tumpul (rounded), sehingga daya lecut apinya tidak akan pernah sekuat busi baru meskipun fisiknya telah dibersihkan hingga mengilap.

Selain faktor keausan elektroda, teknologi busi modern sebenarnya memiliki usia pakai yang sangat panjang.

Busi berbahan platinum umumnya sanggup bertahan hingga lebih dari 50.000 mil (sekitar 80.000 km), sedangkan varian iridium berdaya tahan tinggi bahkan mampu bertahan hingga melampaui 100.000 mil (sekitar 160.000 km).

Kondisi busi yang sehat biasanya ditandai oleh warna insulator abu-abu keperakan atau cokelat muda tanpa endapan berlebih.

Busi Lawas sebagai Alat Diagnosis Kesehatan Mesin

Sebelum memutuskan untuk membuang atau memasang kembali busi lama, pemilik kendaraan sangat disarankan untuk mengamati kondisi kotoran yang menempel.

Warna dan bentuk deposit pada elektroda busi bertindak sebagai indikator awal yang mengabarkan kondisi kesehatan mesin:

  • Deposit Hitam Kering: Menandakan campuran bahan bakar dan udara terlalu kaya, sistem pengapian lemah, atau penggunaan tingkat panas busi yang terlalu dingin.
  • Residu Beroli: Mengindikasikan adanya kebocoran oli ke ruang bakar akibat keausan cincin piston, seal skrap katup, atau malfungsi sistem Positive Crankcase Ventilation (PCV).
  • Busi Basah Bahan Bakar: Menandakan adanya masalah pada injektor yang mengunci atau bocor, serta gangguan pengapian yang menyisakan bahan bakar tak terbakar.
  • Memahami kondisi busi tidak hanya membantu mengambil keputusan apakah busi masih layak pakai, tetapi juga mencegah kerusakan mesin yang lebih parah di kemudian hari.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com