SuaraPekanbaru.id- Ustadz Abdul Somad memberikan jawaban soal pria atau suami, menggunakan obat penguat untuk memberikan kepuasan kepada istrinya.
Dalam sebauh ceramah Ustadz Abdul Somad memberikan penjelasan tentang hukum seorang suami menggunakan obat kuat.
Melansir dari Youtube Ustadz Menjawab, Seni. (3/4/2023) Ustadz Abdul Somad menyampaikan tentang hukum menggunakan obat kuat dalam agam Islam. Obat kuat yang dimaksud dari pertanyaan seorang jemaah adalah. Sebagai sarana penunjang untuk berhubungan suami istri.
Maka dengan hal itu, mendapatkan penjelasan dari ustadz kondang asal Kota Pekanbaru. Ustadz Abdul Somad mengatakan, sesorang pria muskim yang menggunakan obat kuat, berarti merasa kalau dirinya tidak bisa perkasa ketika di atas ranjang.
“Orang yang biasanya pakai obat kuat karena dia tak kuat. Laki-laki yang lemah syahwat, nama penyakitnya inin. Dalam kitab fiqih tengok inin,” jelas Ustadz Adbul Somad.
Menurutnya pria yang memiliki penyakit lemah syahwat atau inin, maka dianjurkan untuk berobat kepada ahlinya atau dokter selama satu tahun lamanya. Setelah itu, jika masih tidak sembuh maka ada sikap yang bisa diambil oleh sang istri.
“Orang yang kena penyakit ini dianjurkan berobat setahun, laki-laki yang berobat setahun tak sembuh, istrinya boleh menggugat ke pengadilan," ungkapnya.
Menurut Ustadz baul Somad, jika penyakit lemah syahwat ternyata turut disebutkan dalam kitab fikih.
Adapun istilah lemah syahwat yang sesuai dengan kitab fikih disebut inin. Sehingga para laki-laki yang mengidap penyakit ini haruslah berobat terlebih dahulu, agar bisa disembuhkan.
Menurut Ustadz Abdul Somda dalam waktu pengobat penyakit yang satu ini, akan menghasibkan waktu selama setahun, namun kalau dalam masa waktu tersebut suami tidak sembuh, maka ada hak istri boleh untuk menggugat cerai suaminya ke pengadilan.
Namun demi menghindari hal tersebut terjadi, maka seorang sumai biasanya menggunakan obat kuat untuk melakukan hubungan suami istri. Namun harus diingat, jika menggunakan obat kuat, ada efek samping yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan.
"Tapi kemudian dimakannya lah pil obat kuat Viagra. Setelah itu jantungnya pun meletup, fuhh, mati. Kap 70 diisi minyak pesawat, meletup lah," ungkap UAS.
Ustadz Abdul Somad lebih menyarankan untuk berobat dengan cara yang baik, dan tidak menimbulkan efek samping.
"Boleh berobat dengan obat yang syar'i tidak menimbulkan efek samping. Hanya untuk memperbaiki yang tak baik," ungkap Ustadz Abdul Somad.
Justru haram hukumnya kata Ustadz Abdul Somad, jika seorang suami muslim memenuhi keinginan hawa nafsunya yang tidak baik.
“Memperturutkan hawa nafsu yang tidak-tidak, hiperseks, maka haram hukumnya karena menyakiti pasangan. Berhubungan kelamin adalaah ibadah, untuk punya anak, menyalurkan libido seksual. Bukan untuk memperturutkan hawa nafsu seperti orang kafir. Itu musti dipahami dalam islam," jelas UAS secara tegas. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Jangan Salah! Kata Ustadz Abdul Somad soal Suntik Cairan ke Tubuh Bisa Batal dan Tidak, Kalau Obat Tetes Kuping?
-
Ustadz Abdul Somad Tegas Kesalahan Orangtua Jika Anak Susah Sholat dan Puasa, Mungkin Saja Faktornya Akibat Hal Ini
-
Ustadz Abdul Somad Bilang Orang Tak Punya Adab saat Ambil Wudhu Dalam Kondisi Seperti Ini
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas