SUARA PEKANBARU - Video debat panas 'Agama Musuh Pancasila' Staf BPIP vs Irma Chaniago, woy diem dulu nyerocos aja, Romo itu welas asih jangan jadi Romo politisi.
Tayangan acara televisi Catatan Demokrasi berjudul Peneliti BRIN Tersangka, Lembaga Negara Kok Bikin 'Huru-Hara'? jadi ajang debat dua tokoh yang menjadi tamu di acara tersebut.
Dilihat dari tayangan ulang acara tersebut di kanal Youtube TVOne dengan judul [FULL] Peneliti BRIN Tersangka, Lembaga Negara Kok Bikin 'Huru-Hara'? | Catatan Demokrasi tvOne, dua tamu yang berdebat panas adalah Politisi Partai Nasdem Irma Chaniago.
dan Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Benny.
Perdebatan pnas terjadi ketika Irma Chaniago menyinggung pernyataan petinggi BPIP yang disebutnya pernah mengatakan agama itu musuh Pancasila.
Irma disana mengatakan sebagai lembaga negara yang disebut penting untuk memperbaiki bangsa, tidak seharusnya membuat gaduh dengan membuat pernyataan kontroversial.
Di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, agama dan Pancasila sudah beriringan sejak dulu. "Di dalam Pancasila ada Ketuhanan yang Maha Esa," kata Irma.
Rupanya apa yang dikatakan Irma, tak bisa diterima Romo Benny. Dia berupaya untuk langsung meluruskan pernyataan Irma Chaniago, dengan banyak memotong pembicaraan dari politisi NasDem tersebut.
Romo Benny berdalih, jika apa yang sempat geger adalah hasil produksi pemberitaan media online. Dan ketika gaduh, Romo Benny mengatakan media tersebut sudah meralat secara terbuka kepada publik.
Dengan dalih itu, Romo Benny mengatakan apa yang ditudingkan Irma tidak benar dan memintanya jadi politisi cerdas dan bijak.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Jadi Presiden,Indonesia Bisa Ngeri, Ini Buktinya Gak Bisa Kerja Kata Pegiat Medsos
"Itu kan (berita isu agama musuh Pancasila) sudah diralat, itu diambil sepotong-sepotong. Dan Detik sudah mengakui kesalahan itu," kata Romo Benny menjelaskan duduk perkara.
Akan tetapi, Irma Chaniago pada argumennya, jika lembaga negara sebaiknya mengeluarkan pernyataan sesuai dengan tugas dan fungsinya,
Jangan sampai kata Irma, lembaga negara malah membenturkan pemerinta dengan rakyatnya.
Irma mengatakan apa yang dilakukan BPIP adalah kesalahan fatal. "Menurut saya itu kesalahan fatal. Itu kesalahan fatal Romo, enggak boleh begitu. Enggak boleh terjadi, kita enggak bisa mentoleransi hal-hal seperti itu," cecar Irma.
Akhirnya kedua tamu tersebut saling debat panas dan juga saling memotong pembicaraan. Romo Benny yang hadir secara virtual tak kalah panas. Dia berupaya memperlihatkan bukti jika BPIP tidak salah dan yang salah adalah media.
"Kalau membaca teks harus lihat konteks koneksi sosialnya, Detik itu mengakui, kemudian meluruskannya. Itu kan fakta. Jadi kalau diambil sepotong-potong itu terus diagendakan politik tertentu ya repot," katanya.
Kemudian saat Irma akan kembali menjelaskan pokok masalah tentang lembaga negara yang tidak boleh membuat gaduh, terlebih masuk dalam ranah agama, lalu dipotong Romo Benny.
"Jangan ngeles. Perbaiki. Coba ngomong satu-satu (ke Romo yang terus bicara tanpa henti). Narasinya jelas. Bahwa beliau mengatakan agama itu musuh Pancasila (lalu dipotong Romo). Woy Diem dulu orang lagi ngomong. Kenapa sih. Bisa gak diem?" kata Irma ke Romo Benny.
Irma kemudian kembali mengingatkan jika lembaga negara tidak boleh mengeluarkan baha-bahasa narasi yang kontroversi. "Gak boleh kemudian ada lembaga pemerintah yang kemudian menjelekan pemerintah," katanta.
"Pemerintah menurut saya kecolongan (Romo memotong: Mbak Irma gak baca detik). Jadi kalau ada orang BPIP yang kemudian menjawab ini itu artinya mencari pembenaran. (Romo lalu ikut bicara). Coba dengerin dulu orang ngomong. Jangan nyerocos terus. Masa romo ngomongnya kaya gitu. Kalau romo itu ngomongnya welas asih (Romo terus bicara). Jangan jadi romo yang politisi. Jadilah romo yang betul-betul romo," kata Irma yang argumennya terus dihalangi dengan adu argumen oleh Romo Benny.
Berita Terkait
-
Dikenal Rajin Kritik Pemerintah Abdur Arsyad 'Disikat' Polisi, Mamat Alkatiri Sebut Provokatif, Minta Penjarakan Seumur Hidup
-
Diduga Sudah Diincar, Begini Nasib Ketua MUI Setelah Seorang 'Nabi' Melakukan Penembakan
-
Surat yang Biasa Dibacakan Nabi Muhammad Saat Shalat Idul Fitri, Ustadz Adi Hidayat Beri Tata Cara dan Niat
-
Hanya karena Makanan Orang Bisa Masuk Neraka, Ustadz Abdul Somad: Semua Menuntut Balas
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Jadwal Neraka Menanti, Emil Audero dan Cremonese Terpuruk Tanpa Kemenangan 10 Laga Terakhir
-
KPU Serahkan Salinan Ijazah UGM Jokowi Tanpa Sensor, Roy Suryo Klaim Temukan Kejanggalan Baru
-
Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.775
-
Fenomena Bulan Baru Bisa Picu Banjir Rob, 12 Wilayah Jakut Masuk Status Waspada hingga 16 Februari
-
Alya Putri Hapus Foto Mohan Hazian di Instagram, Netizen Geruduk Postingan Lawas
-
Gus Ipul Jelaskan Penonaktifan BPJS PBI: Tidak Sepihak, Data dari Kepala Daerah
-
Joey Pelupessy Kena Apes di Liga Belgia, Kenapa?
-
IHSG Betah di Level 8.100 pada Rabu Pagi, Cek Saham-saham Pilihan
-
Merasa Dikriminalisasi, Roy Suryo dkk Ajukan Uji KUHP dan UU ITE ke Mahkamah Konstitusi
-
Bukan Cinderella: Pernikahan Beda Kasta yang Tak Semanis Dongeng