Ponorogo.suara.com – Warga kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo, Jawa Timur akhirnya akan kehilangan, satu-satunya Sekolah Dasar Negeri di tempatnya akibat kebijakan pemerintah kabupaten melakukan penutupan SD yang jumlah siswanya di bawah 40 murid.
Penutupan SDN 2 kertosari ini tidak sendirian, ada 7 SD Negeri lainnya yang masuk daftar “coret” Pemkab di tahun ajaran baru 2023/2024.
Persaingan penerimaan siswa baru di Kelurahan Kertosari ini memang berat. Sekolahan yang luasnya diperkirakan hampir 1000 meter dengan pepohonan yang rimbun, kesulitan memikat calon siswa baru.
Kepala Sekolah ( Kepsek) SDN 2 Kertosari Ida Rosase mengungkapkan, penutupan sekolah merupakan moment yang berat bagi pengajar dan pelajar di sekolah ini. Kendati demikian, pihaknya harus tetap menjalankan perintah penutupan lantaran minimnya jumlah siswa.
" Kita lakukan pemahaman kepada wali murid, bukan diregroping tapi ditutup. Karena aturan lembaga minimal 40 jumlah siswa selama 4 tahun terakhir," ungkapnya, kepada ponorogo.suara.com jejaring media suara.com, Rabu, (28/3/23)
Kepala sekolah yang baru menjabat bulan Juni 2022 silam mengaku untuk pengajar yang masih berstatus GTT (guru tidak tetap) dirinya masih belum mengetahui akan di transfer ke sekolah mana.
" Masih menunggu rapat MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) untuk ditempatkan dimana," katanya.
Sementara itu, Lurah Kertosari Mudhofir mengaku, penutupan SDN 2 Kertosari mendapat penolakan dari seluruh wali murid, warga bahkan membuat surat pernyataan keberatan, yang dikirimkan ke Dindik.
" Ini tadi ada perwakilan wali murid membawa surat keberatan atas penutupan SDN 2 Kertosari. Total ada 19 wali murid yang menandatangani tadi. Kami juga mengharapkan tidak ditutup," ujar
Mudhofir menambahkan, untuk pemanfaatan bangunan SDN 2 kertosari yang memiliki lahan yang cukup luas, dari informasi yang ia dengar, nantinya akan digunakan untuk pendidikan kelas jauh Politek Jember jika hasil survei nanti memungkinkan
“Saya tidak tahu, tapi hasil kunjungan kita, audien kita kepada Kepala Dinas mungkin 9 atau 2 bulan yang lalu bahwa Pak Bupati sudah melakukan MOU dengan politek jember. Terus nanti ada proses pendidikan kelas yang jauh. Dari itu semua Pak Nurhadi itu memetakan mungkin kalau ada SD-SD yang diregrupin, kalau sekiranya secara survei itu memungkinkan, bisa ditempati” ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Kolaborasi Honor of Kings dengan InuYasha, Hadirkan Skin Eksklusif hingga Gameplay Baru
-
3 Peserta Latsarmil Meninggal, KSP Dudung: Belum Ada Kelalaian, Mungkin Faktor Penyakit
-
Balita 2 Tahun Korban Kebakaran di Gandus Meninggal, Tiga Anak Sempat Terjebak di Dalam Rumah
-
Refocusing MBG Prioritaskan Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Mubazir
-
Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?
-
Ronald Koeman: Maroko Bisa Mudah Cetak Gol
-
Bareskrim Tetapkan 291 Tersangka dalam Kasus Judol Internasional di Hayam Wuruk
-
Cerita di Balik Longsor Petamburan: Delapan Hari Sebelum Ambrol, Warga Sudah Rasakan Tanda Bahaya
-
Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896
-
Golkar Santai Lihat Jokowi Safari Politik Bareng PSI ke Lampung: Beliau Orang Merdeka