Belum lama ini, Google mengumumkan sedang mengerjakan proyek kacamata pintar berteknologi tinggi yang dapat menerjemahkan bahasa secara real time atau pada saat itu juga, dengan menampilkan teks pada lensa kacamatanya.
Hal itu disampaikan di ajang tahunan Google I/O, konferensi developer yang digelar raksasa teknologi itu, pertengahan Mei lalu. Dijelaskan bahwa kacamata ini memanfaatkan teknologi penerjemahan dan transkripsi Google, di mana perangkatnya bisa menggulir teks seperti subtitle.
Sebagaimana ditulis Buzzfeed, kacamata berwarna hitam dan berbingkai tebal yang dihadirkan saat itu sendiri disebut masih dalam tahap purwarupa. Google tidak memberikan tanggal rilis resminya, maupun juga spesifikasi teknisnya. Mereka bahkan tidak memberi petunjuk bahwa perangkat ini akan dirilis sebagai produk yang sebenarnya.
Diketahui, dalam ajang Google I/O satu dekade yang lalu, salah seorang pendiri Google yaitu Sergey Brin juga sempat merilis kacamata lain yang dikenal sebagai Google Glass. Sayangnya, kacamata pintar yang futuristik itu pada akhirnya bernasib buruk atau bisa disebut gagal.
Padahal acara peluncurannya saat itu sampai melibatkan tim akrobatik terjun payung yang muncul dari atas pusat konferensi di San Francisco dan menuruni gedung sembari mendemonstrasikan kemampuan kacamata itu. Masalahnya, Google Glass saat itu segera memicu kontroversi, terutama sehubungan masalah privasi dan ketidaksiapan publik dengan teknologi yang merambah lebih jauh ke kehidupan pribadi tersebut.
Namun kali ini, pengumuman Google untuk kacamata pintar terbarunya yaitu kacamata penerjemah ini, terlihat lebih sederhana atau tidak berlebihan. Antara lain dengan memperlihatkan seorang ibu dan anak perempuan yang tengah mengobrol dan melihat gambar, juga adegan percakapan antara seseorang dengan masalah pendengaran bersama orang lain yang berpendengaran normal.
Diketahui pula, selama beberapa tahun terakhir sebenarnya Google memang telah bereksperimen dengan produk terjemahan dan transkripsi lainnya. Di antaranya adalah produk earbud yang melakukan penerjemahan secara real time, juga aplikasi perekaman ponsel pintar yang dapat melakukan transkripsi secara langsung.
Google I/O sendiri adalah salah satu acara terbesar Google tahun ini. Di masa lalu, Google biasanya memang kerap menggunakan konferensi itu untuk mengungkap proyek-proyek terkenalnya, termasuk misalnya speaker pintar Google Home, juga software kecerdasan buatan Duplex yang terdengar seperti manusia.
Google sendiri menyiarkan acara kali ini dari Shoreline Amphitheatre di Mountain View, California, tidak jauh dari kantor pusatnya.
Ada beberapa pengumuman lain di konferensi kali ini, termasuk beberapa pembaruan pada lini produk Pixel-nya, seperti jam tangan pintar yang telah lama ditunggu-tunggu, smartphone kelas menengah baru, earbud nirkabel, juga tablet. Juga ada fitur software baru seperti ringkasan otomatis di Google Documents, serta model 3D di Google Maps.
Yang menarik, acara Google kali ini berlangsung saat perusahaan itu menghadapi kontroversi di dunia bisnis. Raksasa teknologi itu tengah berada di bawah pengawasan antimonopoli di AS dan Eropa, serta masih harus menghadapi gejolak ketika karyawan dan kontraktornya melayangkan protes ke perusahaan tersebut.
Berita Terkait
-
Samsung dan Google Luncurkan Kacamata Pintar AI: Era Baru Wearable Technology Dimulai
-
LG Bawa Tren Housewarming Ala Korea ke Indonesia, Pamer Teknologi AI Rumah Tangga Super Canggih
-
Dongkrak Kinerja Bisnis, Pertamina Optimalisasi AI dan Digitalisasi
-
Kacamata Andrew Jung Hampir Dicolong saat Perayaan Juara Hattrick Persib Bandung
-
Jateng Media Summit 2026 Dorong Pemda Perkuat Strategi Digital untuk Tangkal Hoaks
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Link Live Streaming PSG vs Arsenal: Siapa Bakal Angkat 'Si Kuping Besar'?
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Influencer Ini Akan Dijemput Paksa Polisi Kasus Whip Pink
-
Geger Teror Pocong di Lampung Timur: Ternyata Rekayasa AI Buatan 7 Bocah Ingusan
-
Bilal Indrajaya Bawakan Konsep "Tribute to The Beatles", Nyanyikan Lagu Kesukaan Sang Anak
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Nyawa Wanita Muda Melayang Gara-gara Kartu SIM: Tragedi Berdarah di Siger Park Bakauheni
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Pengguna Whip Pink Alami Lumpuh Temporer