Poptren.suara.com – Seblak jadi salah satu makanan yang banyak disukai, apalagi dengan cita rasa pedas yang tak bisa lepas dari lidah orang Indonesia. Normalnya, seblak ditempatkan di wadah mangkuk supaya bisa menikmati kuahnya dengan leluasa. Tapi, apa jadinya kalau ada cara makan seblak di kemasan gelas plastik memakai sedotan?
Cara itu yang ternyata muncul dan diabadikan oleh seorang warganet di media sosial Twitter, lewat akun @FOODFESS2.
Seorang warganet yang curhat bercerita, jika ia membeli seblak di sebuah warung dan memintanya dibungkus. Tapi kemasan bungkusnya di luar dugaan, karena ternyata memakai gelas plastik.
Bukan cuma itu, alat yang diberi untuk memakan seblak juga terbilang unik karena bukan berupa sendok, melainkan sedotan ibarat untuk menyedot es.
"Beli seblak baru kali ini kayak gini tempatnya. Jadi seblak sedot," ujar curhatan warganet tersebut.
Dilihat dari fotonya, terlihat kalau seblak yang dimaksud nampak berwarna merah khas kuah pedas. Terisi penuh, bagian atas gelas plastik seblak tersebut bahkan disegel dengan penutup khas minuman instan yang banyak dijual di pinggir jalan.
Melihat kemasan seblak yang tak biasa, unggahan tersebut otomatis langsung dihujani ragam komentar dari netizen lainnya.
“Sekali nya keselek modar, berasa kesiram lahar krongkongannya ” ujar @mauramgnlia,
“pakai gelas ya mungkin masih bisa dimaklumi lah, TAPI ITU BENERAN DISEDOT PAKE SEDOTAN?” tanya @chweturtle,
Baca Juga: Duh! Makanan Ini Ternyata Bikin Perut Tambah Buncit
“apa tidakk meleleh mulutnya langgsung sedot” komentar @severnitin.
Sumber: suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
53 Kode Redeem FF Terbaru 26 April 2026, Gratis Skin Motor Gintoki dan Granat Justaway
-
Klarifikasi Tanggapi Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar: Bukan Bagian BNI
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Di Balik Paket dan Perjuangan: Cerita Kurir Perempuan Menaklukkan Tantangan Lapangan
-
Ulasan Film Kupilih Jalur Langit: Kisah Nyata Viral yang Menguras Air Mata
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo