/
Senin, 17 Oktober 2022 | 20:27 WIB
Ilustrasi penggambaran investasi (Pinterest)

Andy : “Dolar AS sangat menarik, karena the Fed naik terus suku bunga sementara rupiah melemah. Ini adalah pembelian yang baik karena harganya selalu naik, terutama untuk rencana jangka panjang, misal untuk sekolah ke luar negeri, daripada nabung dalam rupiah, mending nabung dolar saja karena selisih valuta tadi,”.

Namun kenaikan dolar AS tidak akan selamanya signifikan, karena pemerintah Indonesia akan menjaga terus nilai mata uang rupiah agar tidak depresiasi.

5. Tinjau kembali rencana pengambilan kredit

Diperkirakan tahun depan suku bunga akan naik, maka rencana pengambilan kredit harus ditinjau ulang. Saat ini Bank Indonesia telah menetapkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, atau masuk ke level 3 persen. Dan diperkirakan oleh Ahmad, angka tersebut akan mengalami kenaikan karena belum selesainya krisis berbagai sektor di Indonesia.

Ahmad : “Sebaiknya tinjau kembali rencana pengambilan kredit karena tahun depan suku bunga diperkirakan akan naik kembali. Pilih suku bunga dan cicilan yang fixed agar tidak terkena risiko kenaikan cicilan. Daripada aset nganggur, mungkin ada baiknya buat rencana pelunasan utang dipercepat,”.

Load More