Suara.com - Teknologi finansial atau tekfin kini semakin berkembang berkat kemajuan internet. Tak hanya untuk kegiatan konsumsi, teknologi finansial juga memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin berinvestasi.
Namun sama halnya seperti investasi secara konvensional, investasi secara digital juga memiliki risiko. Maka dari itu, selain dibutuhkan literasi digital, perlu juga membekali diri dengan literasi keuangan yang baik.
Senior Product Associate Startup Edukasi Teknologi Akbar Ghifari mengatakan perkembangan internet dan teknologi finansial saat ini berdampak pada perubahan gaya hidup.
Dia bilang banyak orang terbawa pada sifat konsumtif karena ingin mengikuti tren, atau sekadar FOMO. Menurut Akbar, perencanaan keuangan bisa dimulai dengan membagi pendapatan ke dalam kelompok pengeluaran.
"Kebutuhan dengan porsi 30 persen, keinginan 30 persen, dan tabungan 40 persen. Formulasi ini diharapkan dapat menghindarkan diri dari sifat boros," ucap Akbar dalam sebuah webinar bertajuk 'Perencanaan Keuangan & Investasi Digital
bagi Generasi Muda' ditulis, Senin (17/10/2022).
Sehingga menurut dia, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia diharapkan dapat cakap dalam mengoptimalkan penggunaan perangkat digital utamanya sistem transaksi daring agar menjadi masyarakat yang mampu mengelola keuangan dengan baik dan benar.
Sementara itu, Dosen Untag Semarang Andhika Nanda Perdhana mengatakan perkembangan internet dan teknologi finansial menuntut transformasi digital bagi bisnis.
"Mengapa? Seiring perubahan gaya hidup akibat internet, harapan pelanggan pun berkembang. Menginginkan layanan yang lebih baik, lebih praktis, dan lebih mudah," katanya.
Sehingga perkembangan teknologi juga memunculkan banyak kompetitor baru. Salah satu yang jadi pilihan para pelaku bisnis kemudian adalah terjun atau berjualan di e-market, seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Tik Tok Shop, dan lain-lain.
"Namun sebelum memulai, pahami dulu kecakapan media digital. Manfaatkan e-market untuk ekspansi bisnis. Tak lupa, senantiasa waspada atas keamanan data dan transaksi Anda," kata Andhika.
Sedangkan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia Makassar Hadawiah menuturkan ada banyak alasan orang memanfaatkan internet untuk bisnis. Beberapa diantaranya yaitu biaya promosi bisa ditekan, akses pasar lebih luas, koordinasi lebih efisien, dan transaksi lebih praktis.
"Sama halnya dengan bisnis, berinvestasi secara daring kini juga jadi pilihan karena kemudahannya. Beberapa instrumennya sebut saja danareksa, saham, P2P lending, dan emas. Bagi pemula, yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi
adalah menetapkan tujuan dan selanjutnya mengatur pendapatan dan pengeluaran.
"Gunakan uang dingin untuk investasi. Pahami risiko dari setiap instrumen investasi. Manfaat berinvestasi diantaranya menambah aset, terhindar dari hutang, persiapan dana pensiun, dan menuju kebebasan finansial,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
-
Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
Kepala BGN: Program MBG Diakui Jadi Program yang Bermanfaat
-
Survei: 77% Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun
-
Rosan Roeslani Lobi-lobi Moody's dan S&P Beri Rating ke Danantara
-
Luhut Sebut Prabowo Tak Bisa Diintervensi Terkait Evaluasi Izin Tambang Martabe
-
Flyjaya Resmi Layani Rute Morowali, Cek Link Tiketnya di Sini