/
Senin, 06 Maret 2023 | 21:40 WIB
Ilustrasi pengunaan Smarthome berbasis AI. (raven apoorv/Flickr)

Poptren.suara.com - Kecerdasan buatan (AI) mencakup kemampuan untuk menghubungkan beberapa perangkat Internet of Think (IoT), ditambah dengan kemampuan pemrosesan dan pembelajaran yang unggul dan menggunakannya untuk mendeteksi perilaku manusia (behavior).

Contohnya perangkat rumah pintar (smarthome) yang didukung AI dapat berinteraksi satu sama lain dan memperoleh data baru yang membantu mempelajari kebiasaan manusia.

Data yang dikumpulkan pun digunakan untuk memprediksi perilaku pengguna dan mengembangkan kesadaran situasional, yaitu memahami preferensi pengguna dan mengubah parameter yang sesuai.

Munculnya Asisten Digital seperti Alexa, Siri, Asisten Google, dan Bixby, merupakan sistem keamanan rumah, kecerdasan buatan digunakan untuk mengontrol perangkat pintar dengan fitur kontrol suara dari unit berkemampuan AI.

Sistem keamanan rumah yang canggih juga dapat dikontrol melalui perintah suara. Kemajuan terbaru dalam sistem otomasi rumah dapat memungkinkan pemilik untuk mendapatkan akses ke penjelajahan saluran bebas genggam dan mengontrol speaker Bluetooth.

Kemunculan fitur asisten suara sempat juga menimbulkan masalah keamanan, karena beberapa peneliti telah berhasil meretas perangkat pintar melalui suara.

Meningkatnya kebutuhan untuk meningkatkan keamanan rumah telah mendorong implementasi perangkat bertenaga AI. Perangkat ini mencakup berbagai fitur, termasuk analisis ancaman, pengenalan wajah, dan integrasi rumah pintar, yang pada gilirannya melindungi pemilik rumah dari ancaman keamanan.

Seperti dipaparkan FutureBridge, AI dapat dengan mudah mengenali objek atau wajah berkat fitur pengenalan pola/wajah. Pengenalan wajah dapat dengan mudah memeriksa penanda wajah, seperti tulang pipi, mata, dagu, dan lain-lain, dan membandingkannya dengan data yang ada.

Selain itu, AI juga dapat mengirim pemberitahuan ke ponsel pemilik rumah mengenai pengunjung di pintu depan. Kamera keamanan rumah yang paling canggih dapat mengidentifikasi wajah anggota keluarga, teman, dan hewan peliharaan.

Baca Juga: Mungkinkah Robot AI Bakal Lebih Pintar dan Lebih Manusiawi?

Kecerdasan buatan ini juga dapat membantu sistem keamanan rumah generasi berikutnya untuk secara aktif memantau dan menganalisis potensi ancaman keamanan. 

Lain itu, kepintaran AI pada akhirnya dapat digunakan pada kunci pintar, yang dapat dikontrol melalui ponsel. Kunci pintar berkemampuan AI ini menawarkan banyak manfaat keamanan, seperti ketergantungan terbatas pada kunci fisik untuk akses, akses sementara ke tamu, dan streaming video reguler dari individu yang membunyikan bel pintu.

Kunci pintu biometrik seperti Kwikset, August, dan Samsung, dapat diintegrasikan ke dalam ekosistem rumah pintar Google, Samsung, dan Amazon.

Perkembangan terbaru dalam sistem otomatisasi kolabotrasi antara AI dan smarthome telah menghasilkan peningkatan dalam kecerdasan buatan dalam hal berkomunikasi dengan cloud, mempelajari pola perilaku manusia, dan mengotomatisasi perangkat rumah pintar sesuai dengan preferensi pengguna.

Sementara itu, perusahaan asal korea selatan yaitu LG sedang mengembangkan teknologi DeepThinQ 1.0 yang berfungsi untuk mendukung pengenalan suara dan video serta mengirimkan informasi ke server cloud.

Teknologi ini dapat mengotomatiskan berbagai aktivitas, seperti mematikan lampu saat pintu terkunci dari luar, menjalankan robot penyedot debu saat pemiliknya tidak ada, dan menyalakan alat pembersih udara sebelum pemiliknya tiba di rumah.

Lalu, bagaimana masa depan Kecerdasan Buatan (AI) di Rumah Pintar?

Tren yang meningkat dari rumah hunian menjadi "rumah pintar" ini, menurut para ahli akan melampaui 300 juta rumah pada tahun 2023. Dengan pertumbuhan pasar smarthome, ancaman keamanan baru diperkirakan akan meningkat.

Perangkat yang terhubung secara nirkabel lebih rentan terhadap serangan siber. Oleh karena itu, melindungi perangkat yang terhubung dari ancaman dan kerentanan keamanan sangat penting untuk mendapatkan kepercayaan dari pemilik rumah dan meningkatkan penjualan perangkat rumah pintar.

Sebagai contoh, pada tahun 2016, Mirai IoT botnet mengambil alih kendali atas beberapa perangkat smarthome, seperti kamera keamanan, router, dan pemantau kualitas udara. Hal ini memengaruhi hampir 600.000 perangkat di seluruh dunia, yang mengakibatkan pengalihan lalu lintas web dalam jumlah besar dan penangguhan layanan untuk situs web, seperti Twitter dan Netflix.

Sementara itu ada beberapa kasus di mana perangkat diaktifkan ketika tidak diperlukan dan manusia diminta untuk campur tangan dan membuat keputusan atau memperbaiki kesalahan. Agar kecerdasan buatan dapat digunakan di mana-mana, sistem generasi saat ini harus berfungsi tanpa campur tangan manusia.

Load More