News / Metropolitan
Kamis, 09 April 2026 | 18:31 WIB
Ilustrasi pelecehan. (freepik.com)
Baca 10 detik
  • Seorang siswi SMP di Tegal Alur diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh pelaku pada Selasa, 7 April 2026.
  • Polsek Kalideres tengah mendalami kasus tersebut karena terdapat perbedaan keterangan antara media sosial dan hasil lapangan.
  • Orang tua korban tidak mengajukan laporan polisi karena telah mencapai kesepakatan damai dengan pelaku pada hari kejadian.

Suara.com - Seorang siswi SMP di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, diduga menjadi korban pelecehan seksual usai pulang sekolah, pada Selasa (7/4/2026) lalu.

Peristiwa itu viral usai diunggah di media sosial. Salah satu akun yang mengunggahnya yakni Instagram @jakbar***al.

Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri, namun berhasil tertangkap usai dilakukan pengejaran.

Dalam video yang diunggah, para siswa yang geram langsung mencoba mengeroyok pelaku namun hal itu bisa dicegah oleh satpam sekolah.

Sementara itu, Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang mengatakan, saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terkait peristiwa ini.

Sebab, narasi yang beredar di sosial media dan temuan di lapangan berbeda. Sebabnya pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.

“Lagi kita lidik dan dalami dulu kronologisnya. Nanti ya, ami dalami dulu kronologis nya, karena kronologis nya bukan begitu (beda dengan di sosmed),” kata Rihold, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (9/4/2026).

Dari hasil ungkapan di sosial media, disebut korban dilecehkan dengan cara dipegang bagian payudaranya. Namun, kata Rihold, korban mengaku tidak dipegang di bagian payudara.

“Pengakuan anaknya gak ada pegang,” katanya.

Baca Juga: Mahasiswi Korban Pelecehan di Pagar Alam Jadi Tersangka, Banjir Kecaman: Mantap Sekali Negara Kita!

Rihold juga mengaku, hingga saat ini orang tua korban tidak membuat laporan polisi atas peristiwa ini. Sebab, antara pelaku dan orang tua korban mengaku telah berdamai.

“Ayah korban gak mau buat laporan dan mereka berdamai di hari yang sama. Makanya kita mau dalami dulu bagaimana kronologisnya,” tandas Rihold.

Load More