Poptren.suara.com - Cokelat Toblerone mengganti kemasan gambar puncak gunung Matterhorn, kenapa? Perusahaan Amerika Serikat, Mondelez, menjelaskan siluet gunung setinggi 4.478 meter dalam kemasan luar toblerone, akan digantikan oleh gambar puncak gunung yang lebih umum.
Keputusan ini berkaitan dengan aturan soal Swiss yang berlaku sejak 2017. Aturan itu menyatakan bahwa simbol-simbol nasional Swiss tidak boleh digunakan untuk mempromosikan produk berbahan dasar susu yang tidak dibuat secara eksklusif di Swiss.
Melalui pernyataan kepada BBC, Mondelez mengatakan memindahkan sebagian produksinya dari Swiss untuk “merespons meningkatnya permintaan di seluruh dunia, sekaligus mengembangkan merek Toblerone di masa depan”.
Kemasan baru cokelat mereka disebut akan mencantumkan “jenis huruf dan logo Toblerone baru yang khas, terinspirasi dari arsip Toblerone, serta menyertakan tanda tangan pendiri kami, Tobler".
Toblerone, cokelat berbentuk segitiga serupa gunung yang dibuat menggunakan susu Swiss dengan madu dan nougat almond, pertama kali dijual di Bern pada 1908.
Berdasarkan keterangan di situs perusahan, siluet puncak Gunung Matterhorn muncul pada kemasan cokelat pada 1970, setelah perusahaan tersebut menampilkan beruang Bern dan elang.
Mondelez mengatakan Bern adalah “bagian penting dari sejarah kami dan akan tetap penting di masa depan”.
Pada 2016, Toblerone memicu kontroversi karena mengubah desain cokelat batangan mereka dengan cara menghilangkan potongan segitiganya yang khas demi menekan biaya produksi.
Setelah menuai kritik, perusahaan itu mengembalikan bentuk asli cokelatnya dua tahun kemudian.
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Said Iqbal Dorong Pajak Pencairan JHT Jadi Nol Persen, Usul Ambang Batas Naik ke Rp 400 Juta
-
Beban Ganda Perempuan Kepala Keluarga: Bangun Jam Lima pagi, Malam Masih Menghitung Setoran
-
Solusi Budget Tipis! Cek Tahun Daihatsu Xenia Bekas di Bawah 100 Juta yang Masih Layak Pinang
-
Kejagung: Status Tersangka Febrie Adriansyah Tetap Berlaku Meski Penyidikan Diambil Alih
-
Hino Perkuat Jaringan Logistik Jawa Timur dengan Dealer Baru di Banyuwangi
-
Dendam Bullying Jadi Pemicu? Polisi Dalami Alasan Pelajar MAN 3 Padang Rakit dan Ledakkan Bom
-
4 Inspirasi OOTD Y2K Summer Style ala Asa BABYMONSTER yang Playful Abis!
-
Shin Tae-yong Mulai Revolusi di Persija, Pemain Macan Kemayoran Wajib Tunduk pada Aturan Disiplin
-
Tradisi Teknologi Selama 40.000 Tahun di Sulawesi Selatan Terungkap
-
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm Perlindungan Anak di Era Digital