Poptren.suara.com - Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo, merasa kecewa dengan adanya penolakan yang dilakukan oleh kepala daerah terkait Piala Dunia U-20. Padahal Februari 2022 kepala daerah sudah menandatangani government guarantee.
"Aku wes tanda tangan komitmen, nek meh protes, protes e ket ndekmben, ora mendekati ngene. Uwis ngetokke anggaran lagi protes (aku sudah tanda tangan komitmen, kalau mau protes, protes dari dulu, nggak mendekati seperti ini. Sudah mengeluarkan anggaran baru protes)," kata Gibran dikutip dari Youtube Berita Surakarta.
Meski adanya penolakan, Gibran mengaku tetap memegang komitmen karena sudah menandatangani kesepatan Kota Solo sabagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20.
"Kesepakatan tanda tangan, kan aku wes tanda tangan kewajibannya seperti apa. Nek aku sih komitmen apa yang saya tandatangani di perjanjian aku komitmen," ungkap Gibran
Gibran sangat menyesalkan dan mempertanyakan mengapa kepala daerah baru melakukan protes penolakan mendekati gelaran Piala Dunia U-20.
"Satu aja, nek dipermasalahke haruse dho protes e ket ndekmben-ndekmben ngopo lagi saiki. Ngopo lagi saiki protes, kudune ndekmben (satu saja, kalau dipermasalahkan harusnya protes dulu-dulu, kenapa baru sekarang, kenapa baru protes sekarang, harusnya dulu)," ucap Gibran
Putra sulung Presiden Jokowi ini juga menyinggung jika tidak ingin menjadi tuan rumah tidak usah menjadi tuan rumah.
"Nek ora pengin dadi tuan rumah, rasah dadi tuan rumah, protes wae (kalau nggak ingin jadi tuan rumah, nggak usah jadi tuan rumah, protes saja)," bebernya
Selain itu Gibran juga menyatakan dampak dari kerugian yang dialami cukup besar bila terjadi pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia.
Baca Juga: Mamah Dedeh Dikabarkan Meninggal, Keluarga Ungkap Kondisi Sebenarnya
"Dampak sudah menyiapkan venue, Persis itu sudah rugi loh memindahkan home base itu nggak murah. Sudah rugi ora iso ditonton, ora iso dodolan tiket, pengorbanan," Gibran dengan nada kesal.
Berita Terkait
-
Kaesang Dikampanyekan Jadi Wali Kota Depok, Reaksi Gibran Dimintai Restu Bikin Ngakak
-
Sama-sama PDIP, Gibran Malah Kesal Ada Kepala Daerah Tolak Timnas Israel di Piala Dunia U-20
-
Piala Dunia U-20 2023 Terancam Batal Digelar di Indonesia, Dony Tri Pamungkas: Tentu Bakal Kecewa
-
Emosi Penolakan Timnas Israel di Piala Dunia U-20, Gibran: Harusnya Dari Dulu, Kenapa Baru Sekarang?
-
Peru Bantah Mundur Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023, Posisi Indonesia Aman?
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel
-
Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?
-
Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran