Popren.suara.com - Sumber dari dalam Tesla menyebutkan bahwa pembentukan tim rajasia 'Diversion' ini terjadi karena pusat pelayanan Tesla dihadapkan pada banjir keluhan dari pelanggan. Mayoritas keluhan berkaitan dengan jarak tempuh mobil listrik yang tidak sesuai dengan klaim yang diiklankan oleh Tesla.
Dilansir dari Reuters, tim rahasia ini terdiri dari karyawan Tesla di Nevada, Las Vegas, yang bertugas untuk menolak segala bentuk pertemuan yang berhubungan dengan keluhan pelanggan.
Keluhan pelanggan ini sebenarnya bukan tentang produk yang rusak, tetapi lebih pada ketidaksesuaian antara materi pemasaran dan kenyataan lapangan. Taktik pemasaran yang meragukan ini dilaporkan sudah berlangsung selama satu dekade, terutama ketika Tesla menjual produk unggulannya seperti Roadster dan Model S.
Namun, ketika pelanggan bertemu dengan 'tim penasihat' Tesla, keluhan tersebut tampaknya ditolak dan tak pernah benar-benar dianalisis atau didiagnosis. Para manajer Tesla di Nevada bahkan memberi penghargaan kepada karyawan yang berhasil menolak keluhan pelanggan dengan cara memberikan tepuk tangan sebagai bentuk perayaan 'kemenangan'.
Dalam pemasarannya, Tesla diduga melakukan manipulasi software dan algoritma tertentu untuk menampilkan jarak tempuh mobil yang lebih jauh dari kenyataannya. Namun, ketika baterai mobil turun di bawah 50% daya maksimum, algoritma akan menampilkan proyeksi yang lebih realistis tentang jarak tempuh yang tersisa.
Hingga saat ini, Tesla dan Elon Musk belum memberikan tanggapan atau respons atas tudingan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit
-
Empat Orang Tewas, Polisi Selidiki Kecelakaan Beruntun di Puncak-Cipanas
-
Tembus Rp103,81 Triliun, Ekonom Puji Konsistensi BRI Salurkan KUR Tepat Sasaran
-
Di Antara Pelarian, Prasangka, dan Cinta dalam Novel Honor Bound
-
Mas Botok Pati di DPR: Kami Tak Suka Anarkis, Datang ke Jakarta Tuntut RUU Perampasan Aset Disahkan!
-
Polisi Telusuri Aliran Dana Bisnis Benih Lobster Ilegal di Garut, 3 Orang Jadi Tersangka
-
Poin Penting Instruksi Tegas Prabowo Tangani Karhutla Kalbar, 1.500 Personel TNI Dikerahkan
-
Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia