KARAWANG - Koperasi Putra Reylan Pratama (PRP) membantah telah melakukan tindak pidana penipuan investasi bodong yang dituduhkan oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai korban. Hal ini dikatakan kuasa hukum Koperasi (PRP) Alek Safri Winando.
Alek menerangkan, sebagai kuasa hukum Direktur PRP Siska Fitriani menerangkan, bahwa kliennya tersebut tidak melakukan penipuan seperti yang dituduhkan oleh sejumlah orang tersebut.
“Awalnya klien saya ini butuh dana talang, para pelapor ini kemudian memberikan dana talang, mereka sistemnya investasi, misalkan Siska pinjam uang Rp 100 juta, nanti Siska itu mengembalikan berikut bunganya 15 persen. Siska bisa mengembalikan Rp 115-120 juta,” katanya pada Senin (12/9/2022).
Diterangkannya, bahwa pinjam dana talang yang disepakati kedua belah pihak terjadi sebelum koperasi ini berdiri. Mengingat, koperasi PRP berdiri sejak Januari 2022 lalu.
Alek menyebutkan, orang yang melaporkan Siska tersebut adalah rekan bisnis kliennya. Diterangkannya, kliennya bersama para pelapor mendirikan badan usaha bernama Koperasi Putra Reylan Pratama (PRP) yang beralamat di Dusun Krajan, Desa Kedawung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang.
“Di awal pendirian koperasi gak ada yang investasi, dan para pelapor ini juga merupakan pengurus koperasi yang tercantum dalam akta pendirian koperasi. Saat itu uang yang dipinjamkan masih banyak yang di luar, sedangkan mereka tak berinvestasi, otomatis belum jalan koperasi,” terang Alek.
Alek menerangkan, beberapa kali kliennya itu telah mengembalikan dana talang dengan bunga sebesar 15 persen seperti yang telah dijanjikan. Dan buktinya pun ada di tangan Siska.
“Bukti transfernya juga ada lengkap,” kata Alek.
Namun karena terjadi 'kredit macet' sempat membuat koperasi tesendat operasionalnya. Ditambah lagi, para pelapor itu juga terkesan tidak sabar dan tak mau rugi dalam usaha ini.
Baca Juga: 4 Pelaku Pengoplos Gas Subsidi Jadi Non Subsidi di Karawang Terancam 6 Tahun Penjara
“Padahal mereka sudah menikmati untung yang 15 persen itu,” ucap Alek mengutip dari Pojoksatu.id.
Suku hunga yang dicicil itu, kata Alek, jumlahnya bervariatif mulai dari Rp300 Ribu sampai Rp24 Juta.
“Artinya klien saya sudah bertanggungjawab dan beritikad baik untuk membereskan,” ucapnya.
Alek menerangkan, keuntungan 15 persen yang dicicil tersebut diberikan secara rutin mulai dari perbulan, ada yang per minggu, bahkan ada yang perhari.
Namun, para pelapor disinyalir ingin kembali uangnya secara utuh beserta bunganya 15 persen. Oleh sebab itu para pelapor melaporkan Siska ke Mapolres Karawang dengan tuduhan penipuan investasi berkedok koperasi.
Untuk diketahui, Siska dilaporkan oleh para pelapor dengan nomor, LP/B/1211/VII/2022/SPKT/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT. Dengan tuduhan dugaan penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 jo pasal 372 KUHP. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh
-
Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi
-
Head to Head Inggris vs Argentina: Tiga Singa Hanya Dua Kali Kalah, Salah Satunya karena Gol Tangan
-
Di Balik Soundtrack Film 402: Rumah Sakit Angker Korea, Ada Sisipan Notasi 'Laa Ilaha Illallah'
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI