PURWAKARTA – Nama Heru Budi Hartono tiba-tiba menjadi perbincangan publik. Pria yang sehari-hari menjabat Kasetpres tersebut resmi diusulkan sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan yang dalam waktu dekat akan mengakhiri masa jabatannya.
Heru menjadi salah satu dari tiga nama yang diusulkan DPRD DKI Jakarta. Dua nama lainnya adalah Marullah Matali dan Bahtiar.
Diketahui, pria kelahiran 13 Desember 1965 ini kini masih menjabat Kepala Sekretriat Kepresidenan sejak 2017. Sejumlah jabatan pernah diembannya, diantaranya Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI Jakarta masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tahun 2015-2017, dan Wali Kota Jakarta Utara.
Heru juga tercatat pernah menjadi Calon Wakil Gubernur pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 melalui jalur independen.
Saat menanggapi pengusulan tiga nama tersebut, Heru menegaskan semuanya masih dalam proses dan masih banyak yang harus dilalui terkait penentuan Pj Gubernur DKI.
"Masih jauh kan masih diproses di Kemendagri," ujar Heru dikutip dari CNN Indonesia.
Seperti diketahui, terdapat tiga nama kandidat Pj Gubernur DKI yang disepakati DPRD DKI Jakarta. Rencananya, ketiga nama itu akan disetorkan ke Kemendagri.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, dokumen usulan nama-nama Pj Gubernur sudah diserahkan telah ditandatangani oleh sembilan pimpinan Fraksi di DPRD DKI Jakarta.
Ia meyakini tiga nama itu telah sesuai dengan kriteria Pj Gubernur dan berpengalaman menjadi pemimpin daerah. Bahtiar misalnya. Saat ini ia menjabat Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri.
Baca Juga: Pemkab Subang Bersama Antara Digital Media Kerjasama Penerapan Smartax 365
Sementara sosok Marullah Matali, diketahui saat ini masih menjabat Sekda DKI Jakarta. Sementara Kasetpres Heru Budi pernah menjadi Wali Kota Jakarta Utara.
"Saya rasa (mereka) mumpuni. Tinggal kita serahkan ke Pak Mendagri dan Pak Presiden. Karena ini usulan yang baik, masyarakat meminta kepada kita bahwasanya mana dari masyarakat? Kebetulan kita wakil rakyat di sini ada mewakili masyarakat ada 3 nama, selesai," jelasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru
-
Kulkas Mini Paling Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Hemat Listrik dan Tempat
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing