PURWASUKA –– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mencatat, total gempa bumi susulan dari gempa utama magnitude 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jabar per hari ini (Sabtu, 17 Desember 2022) 424 aftershock.
Tercatat, gempa susulan dari gempa utama magnitude 5,6 di Kabupaten Cianjur per 21 November 2022 sebanyak 104. Pada 22 November 2022, tercatat 55 aftershock.
Kemudian masih dari data BMKG Jawa Barat, menunjukkan gempa susulan pada 23 November 2022 sebanyak 20 kali. Pada 24 November 2022 aftershock berjumlah 35.
Lalu di 25 November 2022 tercatat 37 gempa susulan, di 26 November 2022 sebanyak 18 kali. Kemudian di 27 November 2022 tercatat 25, dan di 28 November 2022, 19 kali.
Pada 29 November 2022, aftershock sebanyak 23 kali, di 30 November 2022 sebanyak 12 kali, di 1 Desember 2022 sebanyak 15 kali, dan 2 Desember 2022 sebanyak 13 kali.
Masuk ke 3 Desember 2022, aftershock tercatat hanya 4 kali, di 4 Desember naik menjadi 6 kali aftershock, dan 5 Desember tercatat 3 aftershock.
Enam (6) Desember 6 gempa susulan, 7 Desember 3 gempa susulan, 8 Desember naik menjadi 8 gempa susulan.
Pada 9 Desember tercatat bertambah yakni, 2 aftershock. Kemudian 11 Desember 2022 aftershock 2 kali.
Pada Senin, 12 Desember 2022 aftershock nihil, dan di Selasa, 13 Desember 2022 ada peningkatan cukup signikan yakni 7 kali aftershock.
Baca Juga: Patahkan Rekor PSM di Liga 1, Pelatih Madura United Ungkap Strateginya
Rabu, 14 Desember 2022 gempa susulan hanya 1 kali, dan Kamis 15 Desember 2022 hanya 2 kali aftershock. Sedangkan Jumat, 16 Desember 2022 aftershock tercatat 5 kali. Hari ini hanya 1 kali aftershock.
Data tersebut menunjukkan,aftershock mengalami penurunan dan sempat meningkat namun tak sampai 10 kali dalam satu hari.
Selain itu, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jabar tercatat gempa susulan tertinggi magnitude 4,3 dan terkecil magnitude 1,0. ***
Berita Terkait
-
KTMDU Tinggi di Jawa Barat Tembus 4,7 Juta, Begini Kata Thoriqoh Nasrullah Fitriyah
-
Penunggak Pajak Kendaraan alias KTMDU Tinggi di Jawa Barat, Begini Kata Thoriqoh Nasrullah Fitriyah
-
Thoriqoh Nasrullah Fitriyah: Perda Penyelenggaraan Perlindungan Anak Diharapkan Terimplementasi Baik
-
Thoriqoh Nasrullah Fitriyah Mengingatkan Soal Hak Anak Saat Sosialisasi Perda Penyelenggaraan Perlindungan Anak
-
Sosialisasi Perda Penyelenggaraan Perlindungan Anak, Thoriqoh Nashrullah Fitriyah: Banyak Kasus yang Menimpa Anak
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel
-
Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?
-
Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran