PURWASUKA - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Karawang melaporkan, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat selama tahun 2022. Tercatat sepanjang tahun 2022, jumlah kasusnya mencapai 116.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak DPPPA Karawang, Hesti Rahayu mengatakan, dibandingkan tahun 2021 jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak meningkat sebanyak 5.
Meski tidak mengalami kenaikan yang signifikan, namun masih munculnya kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Karawang masih menjadi 'pekerjaan rumah' bagi pihaknya.
“Kenaikannya memang tidak terlalu signifikan, tetapi itu PR (pekerjaan rumah) kami untuk terus memasifkan tiap-tiap upaya pencegahan,” katanya pada Senin (2/1/2023).
Dia menerangkan, kasus ini terbagi menjadi 15 kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan fisik 12 kasus, kekerasan psikis 8 kasus, kekerasan seksual 53 kasus, penelantaran 6 kasus, TPPO 3 kasus dan jenis lainnya 19 kasus.
Dari jumlah kasus ini, para pelakunya banyak berasal dari orang dekat korban.
“Kasus kekerasan seksual paling mendominasi. Anak laki-laki 5 kasus, anak perempuan 32, dan perempuan dewasa 16 kasus,” katanya.
“Sementara pelakunya didominasi orang terdekat,” tambah Hesti mengutip dari Tvberita.co.id.
Diterangkan juga, faktor dominan yang membuat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini meningkat karena pergaulan bebas dan mudahnya akses informasi.
Baca Juga: Aksi Gemilang Stuart Wilkin 2 Kali Bobol Gawang Singapura: Padahal Saya Jarang Bikin Gol
Adapun pola pencegahan kasusnya, dengan membentuk satgas di tiap kecamatan serta berkolaborasi dengan pihak kampus dan sekolah mulai tingkat Paud hingga SLTA.
“Bagi kami, meningkatnya laporan termasuk indikasi bahwa masyarakat Karawang sekarang mengetahui akses, dan dari situ kami setiap hari melayani konsultasi via online 24 jam,” katanya.
Hesti berharap, dengan semua pola pencegahan ini bisa menekan angka kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Karawang.
“Mudah-mudahan, semuanya ikut kolaborasi, semuanya bekerjasama hingga tercipta penurunan. Bismillah target kita, tentu 0 persen kekerasan,” katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim