PURWASUKA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karawang mengungkapkan, media sosial saat ini dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk mengedarkan narkoba.
Kepala BNNK Karawang, R. Dea Rhinofa mengatakan, peredaran barang haram tersebut saat ini sudah semakin canggih. Banyak dari kasus narkoba di wilayahnya, diedarkan melalui media sosial.
“Jadi transaksinya sekarang sudah mulai canggih lewat DM ataupun WA, terus nanti mereka janjian share lokasi, nanti si kurir memoto lokasi tempat narkotika disembunyikan dengan tanda panah,” katanya.
Selain itu, untuk peta peredaran narkoba yang banyak terjadi di Karawang melalui jalur transportasi laut. Hal inilah yang membuat pihaknya kesulitan untuk menekan peredaran barang haram tersebut.
Kesulitan lainnya yang dihadapi oleh pihaknya yakni soal kondisi personel di BNNK Karawang.
“Di sembilan kecamatan yang di pesisir, merupakan tempat yang sangat rawan untuk transaksi narkoba. Banyak masyarakat yang melapor bahwa banyak kapal yang berlabuh di jam-jam yang mencurigakan,” katanya mengutip dari Radarkarawang.id.
Dea menambahkan, sasaran target dari para gembong narkoba di Karawang masih random, baik kalangan remaja ataupun dewasa jumlahnya masih sama.
“Kalau di Karawang ini anak remajanya kebanyakan pengguna obat-obatan macam eximer, tramadol, kalu narkoba jarang,” pungkasnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Najwa Shihab Tampar Yessy Si Duta Sertifikat Rumah 'Di Mana Harga Diri Wanita'?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek
-
Erin Bantah Menyeret Nama Andre Taulany di Kasus Dugaan Penganiayaan ART: Bukan Saya!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas
-
5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
-
Di Ujung Tahta Pajajaran: Tragedi dan Intrik Politik di Akhir Kekuasaan
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Yeji ITZY Alami Hernia Diskus, Partisipasi di Konser TUNNEL VISION Dibatasi
-
Klub Main Bareng: Tempat Nongkrong Anti-Kaku bagi Para Pencinta Kreativitas di Bangka
-
Waspada Virus Hanta: Cara Penularan hingga Pencegahan yang Harus Diketahui