/
Minggu, 31 Juli 2022 | 15:12 WIB
Ilustrasi kereta cepat Jakarta-Bandung. (Kcic.co.id)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Saat ini sedang hangat-hangatnya berita tentang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang mengalami pembengkakan biaya sebesar US$1,176 miliar atau setara dengan Rp16,8 triliun. 

Salah satu bagian yang tidak terlepas dari Proyek Kereta Cepat tersebut di antarnya adalah kereta itu sendiri. Di bawah ini akan dijelaskan spesifikasi kereta cepat tersebut yang dilansir dari halaman resmi KCIC yang dimuat pada pertengahan 2019 lalu.  

Dalam Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, kereta cepat menggunakan generasi terbaru, yakni jenis CR400AF. Adapun CR400AF merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A oleh CRRC Qingdao Sifang. 

Diketahui, CR400AF memiliki lebar 3,36 meter, tinggi 4,05 meter, dengan panjang kepala kereta 27,2 meter dan intermediate kereta 25 meter.

Jika perjalanan langsung, CR400AF akan menempuh jarak 142,3 kilometer Jakarta-Bandung dalam waktu 36 menit. Jika berhenti di setiap stasiun, perjalanan hingga 46 menit. 

Dalam fase awal, ada empat stasiun yang digunakan untuk melayani penumpang KCJB, yakni Stasiun Tegalluar, Padalarang, Karawang, dan Stasiun Halim (Jakarta).

CR400AF dilengkapi dengan dua emergency brake atau rem darurat, yang pertama disebut Emergency Brake EB yang bekerja berdasarkan perintah driver controller, fasilitas emergency brake penumpang dan kontrol kewaspadaan masinis.

Satu rangkaian CR400AF terdiri dari delapan kereta (cars), dengan komposisi empat kereta bermotor dan empat kereta tanpa motor. 

Dengan komposisi tersebut, memungkinkan kereta cepat CR400AF memiliki kecepatan desain hingga 420 kilometer per jam dan kecepatan operasional 350 kilometer per jam. (Arif KF)

Baca Juga: Community Shield Jadi Milik Liverpool, Darwin Nunez Buktikan Lebih Tajam dari Erling Haaland

Load More