/
Jum'at, 23 September 2022 | 14:56 WIB
Arnita, mualaf alumnus IPB

PURWOKERTO.SUARA.COM, Hidayah bisa datang kepada siapa saja yang dikehendaki Allah. Termasuk bagi orang pembenci Islam Arnita, gadis cantik alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) mulanya adalah pembenci Islam. Ia tidak suka dengan amalan-amalan umat Islam yang dinilainya merepotkan. Mulai salat 5 waktu, maupun amalan sunah lain yang dinilainya terlalu ribet. 

Puncaknya ketika ia diterima di IPB, sekitar 2015 lalu, ia yang membenci Islam justru ditempatkan satu kamar dengan muslimah taat di asrama. 

Temannya yang tak seiman itu rajin ibadah. Bahkan saat ia tertidur pulas, temannya sudah terbangun untuk tahajud dan membaca Al Quran sampai waktu salat subuh tiba. Ia merasa terganggu dengan amalan itu. 

“Baca Qur’an pakai suara, saya bilang apa tidak bisa dalam hati. Katanya gak bisa, harus dilafalkan agar diketahui betul salah bacaannya,”katanya dikutip dari channel Rukun Indonesia

Tak terima, ia pun membalas dengan membaca Al Kitab keras saat malam. Ia gantian ditegur temannnya. Namun ia kalah berdebat, lantaran yang dibacakannya isi kitab berbahasa Indonesia, seharusnya tidak perlu bersuara. Beda dengan Al Quran berbahasa Arab, masuk akal ketika harus dilafalkan membacanya.  

Keduanya bertengkar hingga harus dipisah kamar. Arnita dan temannya saling memaafkan kemudian. Namun Arnita masih menyimpan rasa dendam. Ia iseng mencoba membuka ceramah tokoh agama Islam di Youtube untuk mendengar isi ajaran itu. 

Hingga ia menemukan statemen ustaz Zakir Naik yang membuatnya sempat meradang. 

“Dia bilang Islam lebih Kristen dari Kristen itu sendiri,”katanya

Namun ia mencoba mengikuti ceramah Zakir Naik sampai habis agar tidak gagal paham. Di situ ia dibuat takjub, ustaz itu ternyata tidak asal berargumen.  Ia selalu menautkan argumennya dengan isi Al Kitab sampai hafal posisi halaman. 

Baca Juga: Pengadil Tertinggi Tersangkut Korupsi, Ini Perjalanan Kasus Hakim Agung MA Cs Kena OTT KPK

Arnita mencoba mencocokkan dengan membuka Al Kitab, ternyata semua yang disebutkannya benar. 

“Dia bilang chapter ini chapter ini, saya buka benar, gila nih,”katanya

Di ruang kuliah, ia memberanikan diri untuk menanyakan pembahasan itu ke seniornya. Arnita menunjukkan chapter yang menyebut larangan memakan makanan haram dan minum minuman yang memabukkan. 

Namun ia heran, mengapa umat agamanya dulu justru minum yang memabukkan dan makan babi.  

Ia mengibaratkan, ketika mencintai, ia akan menaati perintah dan menjauhi yang dilarangnya. Begitupun ketika mencintai Yesus, harusnya tidak melakukan apa yang dilarang olehnya. Sementara Islam, menurutnya, yang tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan, justru yang menjalankan perintahnya. 

Dari situ, ia baru bisa menangkap maksud ucapan Zakir Naik, bahwa muslim lebih Kristen dari Orang Kristen.

Load More