PURWOKERTO.SUARA.COM, Kasus gangguan ginjal misterius yang banyak diderita anak-anak meresahkan para orang tua.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kalsium oksalat sebagai penyebab meninggalnya balita pasien gagal ginjal akut misterius.
Kalsium oksalat, menurut Budi, adalah batu ginjal berbentuk kristal kecil tajam yang terjadi akibat reaksi tubuh merespon masuknya zat kimia berbahaya etilen glikol, dietilen glikol dan glikol ether.
"Senyawa kimia (cemaran) ini, kalau masuk ke kita, tubuh akan melakukan metabolisme, mengubah senyawa jadi kristal kalsium oksalat," terangnya dalam konferensi pers, dikutip dari suara.com
Menkes Budi mengungkap hasil biopsi bayi sakit dan meninggal ini karena mengonsumsi obat sirup tercemar etilen glikol, dietilen glikol, dan glikol ether yang kadarnya melebihi ambang batas.
"Kayak kristal kecil tajam itu di ginjal para balita kita, ya jadinya rusak," ujarnya
Mengutip Hello Sehat, kristal kalsium oksalat adalah sejenis batu ginjal yang paling umum. Terjadi karena oksalat yang berkaitan dengan kalsium di dalam ginjal.
Kalsium oksalat biasa disebut juga dengan batu kalsium, terbentuk karena terlalu banyaknya kalsium oksalat di dalam urine.
Kalsium oksalat juga senyawa alami yang biasa ditemukan dalam buah dan sayuran seperti bayam dan tomat.
Baca Juga: Sehari Setelah Perilisan Album Baru Taylor Swift Midnights Pecahkan Rekor di Spotify
Oksalat juga biasanya terdapat di kacang-kacangan dan cokelat. Jika urine terlalu banyak mengandung oksalat daripada cairannya, bisa memicu pembentukan batu ginjal.
Mencegah kalsium oksalat bisa dilakukan dengan mengonsumsi air putih lebih banyak, membatasi asupan garam, bijak mengonsumsi protein, tingkatkan asupan kalsium, dan bijak konsumsi makanan tinggi oksalat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Hankook Tire Indonesia Bidik Dominasi Pasar Ban Kendaraan Listrik dan SUV di Tahun 2026
-
PSG Bantai Klub Dasar Klasemen 3-0, Luis Enrique Merendah
-
Budget Tipis? Ini Smartwatch 200 Ribuan yang Layak Dibeli
-
Alasan Alvaro Arbeloa usai Real Madrid Dipermalukan Osasuna
-
Murka Brimob di Tual Aniaya Pelajar hingga Tewas, Kapolri: Usut Tuntas, Hukum Setimpal!
-
Heboh Naik Jet Pribadi OSO, Menag Nasaruddin Buka Suara di KPK: Tak Ada Pesawat Tengah Malam
-
5 Sepeda Listrik untuk Orang Gemuk, Nyaman dan Stabil Dipakai Harian
-
Nyaris Cerai, Inara Rusli Bongkar Alasan Bertahan Jadi Istri Kedua Insanul Fahmi
-
Review Film AIU-EO Macam Betool Aja: Komedi Romantis Khas Medan yang Penuh Tawa
-
Mobil Pribadi Nyangkut di Pembatas Beton, Layanan Transjakarta di Pulomas Bypass Terganggu