/
Minggu, 13 November 2022 | 14:05 WIB
Ris Astuti dan suaminya Handoyo, adik dari K. Margaretha Gunawan (58) korban meninggal satu keluarga di Kalideres ((Suara.com))

"Tapi bukan berarti yang bersangkutan tidak memiliki pangan. Karena tetangganya jualan dan rumahnya juga kita lihat seperti ini ya," katanya kepada awak media di lokasi, Jakarta, Sabtu (12/11/2022).

Diduga Ada Yang Coba Menutup-nutupi

Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko menduga salah satu anggota keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat, ada yang mencoba menutup-nutupi kematian korban lainnya dengan menaburi kapur barus.

Yani menduga keempat korban tersebut tidak meninggal dunia dalam waktu yang bersamaan.

"Bapaknya meninggal disikapi dengan hanya ditaburi kapur barus. Kemudian, berikutnya yang meninggal adalah ibunya, itu juga disikapi seperti itu," kata Yani saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (12/11).

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengatakan kapur barus berfungsi untuk menyerap bau.

"Kapur barus kan ada ditemukan di TKP, dokter forensik mengatakan bahwa kapur barus bisa menyerap bau," kata Syafri.

Keanehan Di Bulan September

Fakta baru juga terungkap pada bulan september lalu. Korban tewas di Kalideres itu sempat melarang petugas Jumantik masuk ke dalam rumah pada September lalu.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Kapasitas Kuota Konser Musik Dikurangi Hingga 30 persen

"Pada September petugas Jumantik ingin cek keadaan rumah, petugas Jumantik tidak boleh masuk," kata Kapolsek Kalideres AKP Syarfri Wasdar kepada wartawan, Sabtu kemarin.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua RT RT 015/RW 7 Kalideres, Asiung lokasi kediaman berada.Pada September lalu, keluarga korban melarang petugas Jumantik masuk ke dalam rumah.

"Keluarga hanya memberikan laporan kepada petugas Jumantik melalui foto," katanya.

Tim Kombes Hengki Haryadi Turun Tangan

Polda Metro Jaya turun langsung menyelidiki kasus tewasnya empat orang satu keluarga ini.

"Saat ini, ditreskrimum PMJ backup Polres Jakarta Barat dalam penyelidikan kasus ini," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/11).

Tak Ada Darah Atau Kekerasan

Sebuah tanda tanya muncul yaitu tidak terdapatada tanda kekerasan atau darah di tubuh para korban. Kondisi rumah dan barang-barang di dalamnya masih tersusun rapi. Tak ada tanda-tanda pencurian atau tanda kriminal lainnya.

Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengatakan, keempat jasad itu juga sudah membusuk dan diduga telah tewas lebih dari satu pekan.

"Tidak ditemukan tanda kekerasan. Untuk jenazah membusuk ini karena sudah lebih dari satu minggu," kata Syafri. (iruma cezza)

Load More