PURWOKERTO.SUARA.COM – Selama kurun waktu satu tahun angka kejahatan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada tahun 2022 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2021. Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banyumas Komisaris Besar Polisi Edy Suranta.
"Berdasarkan data, jumlah kejahatan yang terjadi pada tahun 2021 mencapai 426 kasus, sedangkan pada tahun 2022 sebanyak 389 kasus. Jadi, ada penurunan 37 kasus atau 8,7 persen," katanya saat konferensi pers akhir tahun di Pendopo Polresta Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
Untuk penyelesaian perkara, kata dia, pada tahun 2021 sebanyak 284 perkara dan pada tahun 2022 naik sebesar 46,5 persen (132 perkara) menjadi 416 perkara.
Ia mengatakan beberapa pengungkapan kasus menonjol pada tahun 2022, antara lain kasus pembunuhan di Sumpiuh pada bulan Januari dan kasus pengeroyokan yang mengakibatkan perselisihan antarorganisasi kemasyarakatan pada bulan Maret.
Selain itu, pengungkapan kasus aksi anarkis geng motor pada bulan Maret, kasus perdagangan minyak goreng tanpa izin edar dengan barang bukti seberat 12,7 ton pada bulan Juni, kasus sindikat penimbun solar pada bulan September, dan kasus penipuan berkedok investasi usaha knalpot pada bulan Desember.
Terkait dengan kasus narkoba, ia mengakui adanya tren kenaikan sebesar 13,2 persen, yakni dari 76 kasus dengan 91 tersangka pada tahun 2021 menjadi 86 kasus dengan 108 tersangka pada tahun 2022.
"Ungkap kasus narkoba yang menonjol pada tahun 2022 di antaranya kasus narkotika jenis sabu-sabu dengan barang bukti seberat 437,42 gram dan kasus narkotika jenis ganja dengan barang bukti seberat 2.724,3 gram," jelasnya dikutip Antara, Minggu, (01/01/2023).
Selain sabu-sabu dan ganja, kata dia, barang bukti kasus narkoba yang diamankan sepanjang tahun 2022 berupa tembakau sintetis seberat 4,3 gram, ekstasi sebanyak 17 butir, obat daftar G sebanyak 117.394 butir, dan psikotropika sebanyak 6.499 butir.
Ia menyebut barang bukti kasus narkoba tersebut secara umum meningkat dari tahun sebelumnya karena pada tahun 2021, untuk sabu-sabu sebanyak 172,89 gram, ganja sebanyak 643,13 gram, obat daftar G sebanyak 9.639 butir, dan psikotropika sebanyak 5.105 butir.
Baca Juga: Piala AFF 2022: Timnas Indonesia Adaptasi Main di Rumput Sintetis saat Lawan Filipina Senin Besok
"Namun untuk barang bukti tembakau sintetis dan ekstasi pada tahun 2021 lebih banyak dibandingkan tahun 2022. Pada tahun 2021, barang bukti tembakau sintetis sebanyak 501,74 gram dan ekstasi sebanyak 71 butir," kata Kombes Edy.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Banyumas Komisaris Polisi Guntar Arif Setiyoko mengakui jumlah barang bukti obat daftar G yang berhasil diamankan pada tahun 2022 sangat banyak jika dibandingkan tahun 2021.
Menurut dia, hal itu disebabkan wilayah Banyumas saat ini bukan sekadar sebagai tempat transit namun sudah menjadi daerah sasaran peredaran obat daftar G.
"Bahkan saat sekarang, sasaran peredaran obat daftar G itu ke sekolah-sekolah. Dari keterangan tersangka yang kami tangani kemarin, pembelinya malah anak-anak SMP," jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengungkap peredaran obat-obatan daftar G karena penyalahgunaan obat-obatan tersebut dapat merusak generasi muda. ***
Berita Terkait
-
Jadi Pengungkit Ekonomi Desa Karangkemiri, Wisata Edukasi dan Outbound Candi Terus Dikembangkan di Banyumas
-
Viral Kasus Penculikan Anak di Banyumas, Pelaku Ternyata Ayah Tiri Korban, Motivnya Bikin Geleng Kepala
-
Wasroh Hilang Ditelan Selubung Gaib, Polresta Banyumas Kerahkan Anjing Pelacak
-
Detik-detik Gadis di Bawah Umur di Banyumas Lepas dari Cengkraman Pemerkosa
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?
-
Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan