PURWOKERTO.SUARA.COM – Hujan masih berpotensi terjadi di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan hingga Maret 2023. Hal itu disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang meskipun sebagian wilayah itu sudah melewati puncak musim hujan pada November 2022.
Teguh Wardoyo, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mengatakan hingga saat ini masih berlangsung musim hujan.
Namun seperti yang pernah ia sampaikan sebelumnya, khusus untuk wilayah Kabupaten Cilacap bagian selatan, puncak musim hujan sudah berlangsung pada November 2022.
Menurut Teguh, pada pekan kedua bulan Januari 2023, di sebagian wilayah Jateng selatan khususnya Kabupaten Banyumas, Cilacap, dan sekitarnya jarang terjadi hujan.
Bahkan, kondisi cuaca di wilayah tersebut cenderung cerah dan kalaupun terjadi hujan, intensitasnya ringan hingga sedang dan tidak lama serta sporadis.
Akan tetapi sejak Minggu (15/01/2023), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan kadang disertai petir kembali terjadi di wilayah Banyumas, Cilacap, dan sekitarnya.
Terkait dengan hal tersebut, Teguh mengungkapkan hujan yang kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh beberapa faktor yang mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan hujan sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Jateng.
Berdasarkan informasi dinamika pada tanggal 17 Januari kemarin, indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) di Nino 3.4 menunjukkan angka minus 0,59, normalnya lebih kuran 0,5.
“Hal inilah yang memperpengaruhi signifikan terhadap peningkatan hujan di wilayah Indonesia," katanya dikutip Antara. Rabu, (18/01/2023).
Baca Juga: Persebaya Awali Putaran Kedua dengan Kemenangan Telak 5 - 0 atas Tuan Rumah Persita Tangerang
Selain itu, lanjut Teguh, terdapat belokan angin dan konvergensi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jateng, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Sementara anomali suhu permukaan laut di Laut China Selatan, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Halmahera, Teluk Cendrawasih, dan Samudra Pasifik utara Papua masih berkisar 0,5 derajat Celcius hingga 2 derajat Celcius, sehingga ada potensi penguapan atau penambahan massa uap air.
Disinggung mengenai ancaman El Nino pada tahun 2023 seperti yang diulas dalam berbagai pemberitaan, Teguh mengatakan hingga saat ini BMKG belum mengeluarkan rilis terkait dengan fenomena El Nino yang berpotensi mengakibatkan terjadinya kekeringan.
"Belum ada rilis El Nino, sekarang masih musim hujan. Sepertinya sampai Maret kondisi baru mulai netral, sekarang masih La Nina lemah," ujarnya.
Kendati demikian, Teguh mengakui jika potensi terjadinya El Nino biasanya dikaitkan dengan kejadian La Nina yang selama tiga tahun berturut-turut terjadi.***
Berita Terkait
-
Alami Peningkatan Vulkanik, Gunung Merapi Sempat Luncurkan Guguran Lava
-
Keren! 10 Pondok Pesantren Ini Pakai Tenaga Surya untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
-
Pulihkan Gangguan Listrik Imbas Banjir, PLN Amankan Jaringan yang Terdampak
-
Ganjar Pranowo Tetapkan 29 Desa Antikorupsi se-Jateng di Banjarnegara, Apa Bedanya dengan Desa Lain?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia