PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN- Sejarah perjalanan bangsa Indonesia tak lepas dari peran organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) yang kini telah berusia seabad.
NU di awal pendiriannya memiliki nafas perjuangan untuk menghapus segala bentuk konolialisme. Sejak awal berdiri, 1926, organisasi NU nyatanya terus berkembang pesat. NU memiliki kepengurusan hingga di tingkat desa atau kelurahan.
Cabang NU Kabupaten Kebumen sendiri dirintis sekitar tahun 1936 dengan diprakarsai ulama besar di Kebumen KH Ahmad Nasokha Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Wonoyoso, Bumirejo Kebumen.
Bukti sejarah berdirinya Cabang NU ditandai piagam pendirian yang ditandatangani oleh KH Mahfudz Sidiq dan Haji Aziz Dijar, selaku ketua dan sekretaris PB NU. Awal pendirian PCNU Kebumen, sekretariatnya berada di Pondok pesantren Salafiyah Wonoyoso.
Adapun susunan pengurus pertama (1936 – 1942) adalah Ketua I KH Affandi, Ketua II : KH Abu Jar’I dan sekretarisnya H. Ashari.
Tahun pertama berdiri, gerakan PCNU Kebumen disesuaikan dengan situasi nasional saat itu. Garis pokok perjuangan bersikap non kooperatif terhadap penjajah Belanda dan Jepang.
Kegiatan utama NU diprioritaskan bidang pendidikan dan pengajaran, sosial ekonomi, silaturrahim dan amar ma’ruf nahi mungkar.
Pengadministrasian surat menyurat dan arsip-arsip lainnya saat itu masih sangat sederhana, dikenal dengan sebutan ‘administrasi paku’.
Surat – surat atau bukti-bukti dari kegiatan NU digantungkan di ‘paku’ yang tertancap di dinding.
Baca Juga: Kapan KUR BRI 2023 UMKM Buka? Ini Persyaratannya
Maklum, kebanyakan pengurus NU adalah pengasuh-pengasuh pondok pesantren yang saat itu lebih mengutamakan masalah agama daripada administrasi.
Proses pengembangan organisasi di tingkat Majlis Wakil Cabang (MWC) dan Ranting dengan sendirinya terjadi terutama di wilayah yang terdapat pondok pesantrennya.
Di Kebumen pondok pesantren yang ada saat itu seperti PP Wonoyoso, PP Jetis, PP Gunung Mujil, PP Jogosimo, PP Podoluhur, PP Pekeongan dan lainnya.
Perjuangan di masa penjajahan
NU Cabang Kebumen lahir tahun 1936, saat kondisi bangsa Indonesia masih dalam kekuasaan penjajahan Belanda.
Karenanya, NU Cabang Kebumen memperhatikan masalah politik pemerintahan, namun sebatas masalah–masalah yang memberatkan dan menindas rakyat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Sikat Electric PLN 3-0, Servis Mematikan Jadi Kunci Kemenangan
-
Peringkat Kredit Indonesia di Moodys Tetap Baa2, Alarm Bagi Kepercayaan Investor?
-
Review Film Warrior (2011): Drama Keluarga Mengharukan di Balik Ring MMA
-
Persib Bandung Gaet Sergio Castel: 5 Poin Penting Rekrutan Anyar Pangeran Biru
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
DPR RI Awasi Pengembangan Kawasan Wisata di Area Rencana Proyek Giant Sea Wall
-
Waspadai Malut United, Bojan Hodak Sesumbar Siapkan Kejutan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
Media Italia Bongkar Isi Pembicaraan Jay Idzes dengan John Herdman