/
Selasa, 04 April 2023 | 18:52 WIB
AKBP Hendri Yulianto Kapolres Banjarnegara

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA - Korban pembunuhan berantai dukun pengganda uang di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah bertambah dua orang per Selasa 4 April 2023. Sehingga total berjumlah 12 orang.

Semua korban pembunuhan dukun pengganda uang dibunuh dengan cara yang sama, yaitu diracun dengan potasium. Menurut Slamet Tohari, tersangka, korban tewas lima menit setelah menenggak minuman yang dibubuhi potasium.

"Karena potas itu ajaib sekali ndan," ujar Mbah Slamet, sapaan tersangka, saat konferensi pers di lokasi penemuan korban Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Selasa 4 April 2023.

Menurut penuturan Mbah Slamet, seluruh korban dikubur dalam keadaan meninggal dunia. Dalam hitungan menit, korban pusing, mual, beberapa muntah lalu tak sadarkan diri. 

Setelah korban meninggal, Mbah Slamet mulai menggali liang kubur. Slamet tak perlu menggotong korban jauh-jauh. Sebab, korban memang sengaja dibawa ke lokasi pembunuhan untuk dieksekusi.

"Modusnya untuk ritual," kata Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto saat konferensi pers.

Mula-mula Mbah Slamet mengajak korban ke perbukitan di batas perkebunan sayuran warga. Ia mengajak korban sore sekitar pukul 16.00 WIB. 

Setelah bercakap-cakap hingga pukul 19.00 WIB, Mbah Slamet menawarkan minuman yang dicampur potasium dan obat penenang. Begitu racun potasium bereaksi, tak lama korban pun tak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia.

"Setelah meninggal baru dikubur, ndak berani saya kalau belum meninggal," kata Mbah Slamet menjawab pertanyaan Kapolres.

Baca Juga: Profil Acep Purnama, Bupati Kuningan yang Mobil Dinasnya Terlibat Kecelakaan Maut

Mbah Slamet dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ia terancam sanksi seumur hidup hingga hukuman mati.

Load More