PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA - Korban pembunuhan berantai dukun pengganda uang di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah bertambah dua orang per Selasa 4 April 2023. Sehingga total berjumlah 12 orang.
Semua korban pembunuhan dukun pengganda uang dibunuh dengan cara yang sama, yaitu diracun dengan potasium. Menurut Slamet Tohari, tersangka, korban tewas lima menit setelah menenggak minuman yang dibubuhi potasium.
"Karena potas itu ajaib sekali ndan," ujar Mbah Slamet, sapaan tersangka, saat konferensi pers di lokasi penemuan korban Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Selasa 4 April 2023.
Menurut penuturan Mbah Slamet, seluruh korban dikubur dalam keadaan meninggal dunia. Dalam hitungan menit, korban pusing, mual, beberapa muntah lalu tak sadarkan diri.
Setelah korban meninggal, Mbah Slamet mulai menggali liang kubur. Slamet tak perlu menggotong korban jauh-jauh. Sebab, korban memang sengaja dibawa ke lokasi pembunuhan untuk dieksekusi.
"Modusnya untuk ritual," kata Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto saat konferensi pers.
Mula-mula Mbah Slamet mengajak korban ke perbukitan di batas perkebunan sayuran warga. Ia mengajak korban sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Setelah bercakap-cakap hingga pukul 19.00 WIB, Mbah Slamet menawarkan minuman yang dicampur potasium dan obat penenang. Begitu racun potasium bereaksi, tak lama korban pun tak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia.
"Setelah meninggal baru dikubur, ndak berani saya kalau belum meninggal," kata Mbah Slamet menjawab pertanyaan Kapolres.
Baca Juga: Profil Acep Purnama, Bupati Kuningan yang Mobil Dinasnya Terlibat Kecelakaan Maut
Mbah Slamet dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ia terancam sanksi seumur hidup hingga hukuman mati.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma
-
Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap
-
Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final
-
Menelusuri Lorong Gelap Larung: Dari Hasrat hingga Sejarah yang Berdarah
-
Persib Bandung Hormati Keputusan Venue Laga Kontra Persija Dipindah ke Samarinda
-
Hadiah Juara 3 Kali Lebih Besar dari Piala AFF, Timnas Indonesia Wajib Incar Trofi FIFA ASEAN Cup