PURWOKRETO.SUARA.COM, BANYUMAS - Selama ini Kota Purwokerto lekat dengan Mendoan, kudapan sarat protein yang terbuat dari tempe. Namun setelah bangunan ini berdiri, ikon kota mendoan bertambah. Kelak bangunan ini akan menjadi sejarah peenting awal kemajuan ibu kota Kabupaten Banyumas.
Letaknya hanya 2 Km dari alun-alun Purwokerto. Bangunan ini berdiri megah di kawasan yang benar-benar baru.
Kawasan ini semula peresawahan produktif. Lalu Bupati Banyumas menyulap sawah hijau ini menjadi kering sebelum akhirnya berdiri bangunan monumental penanda kepemimpinan Bupati Achmad Husein.
Di luar bangunan utama ada pusat kuliner. Berbagai jajanan anak ada di sini. Pengunjung bisa menimati jajanan dambil duduk di taman hijau di sekitar bangunan utama.
Di kawasan ini ada bangunan utama setinggi 100 meter yang terdiri dari lima lantai. Lantai pertama isinya tentang sejarah.
Ada Lima Lantai
Di lantai satu ada patung Bapak Proklamator, Bung Karno. Patung tokoh sejarah ini sesuai nama jalan kawasan ini, yaitu Jalan Bung Karno.
Patung Bung Karno ada beberapa pose, ada yang ketika mengajar saat menjalani masa pembuangan di Bengkulu, ada pula bercengkrama dengan anak kecil. Tak lupa, Bung Karno memeegang tongkat komando berbentuk ulir.
Masa ini amat bersejarah karena menjadi momen pertemuan dengan Fatimah, ibu dari Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum partai penguasa hari ini. Termasuk di Banyumas.
Naik ke lantai dua ada cafe berisi berbagai menu klasik hingga kekinian. Tempatnya nyaman, berpendingin udara. Untuk perokok, mohon maaf ruangan ini ber-AC.
Baca Juga: Pimpin Apel ASN di Kecamatan Batur, Sekda Banjarnegara Ingatkan Hal Ini
Di lantai tiga ada lantai kaca yang mendebarkan. Lantai kaca sepanjang 3 meter hingga 4 meter ini aman untuk maksimal tiga orang. Untuk melintas butuh keberanian karena benar-benar menakutkan.
Selanjutnya lantai keempat ada pemandangan dari ketinggian. Ada teropong untuk melihat detail kota Purwokerto lebih jelas. Angin di sini berembus amat kencang, jadi jangan kaget ya.
Untuk ke lantai 5 harus menaiki tangga karena lift hanya sampai lantai 4. Lantai lima puncak menara Pandang Teratai Purwokerto.
Untuk menimati semua wahana itu, ada tiket seharga Rp 25 ribu untuk dewasa dan Rp 20 ribu untuk anak-anak dan lansia. Ada petugas pemandu yang akan menemani perjalanan tiap lantai. Pastikan menaati instruksi pemandu agar aman dan nyaman selama trip di Menara Pandang Teratai Purwokerto. Selamat mencoba
Berita Terkait
-
Cuma 500 Meter dari Simpang Lima Semarang, Pusat Perbelanjaan Tertua di Kota Atlas Ini Mati Suri: Pengunjung Sepi dan Eskalator Mati
-
Hanya 2 KM dari Alun-alun Purwokerto, Pusat Alat Tulis Ini Sediakan Berbagai Kebutuhan Sekolah Hingga Kantor
-
Empat Anggota Polresta Banyumas Ditahan, Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Tahanan
-
Hanya 4,2 Km dari Alun-alun Kota Bandung, Pusat Perbelanjaan Ini Miliki Fasilitas Lengkap Hiburan Indoor: Punya Roller Coaster?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan