PURWOKERTO.SUARA.COM – Kota Bogor menyimpan banyak hal tentang proyek infrastruktur yang terbengkalai. Termasuk di Bukit Hambalang, Kecamatan Citeureup berjarak 23 Km dari Bandara Atang Sendjaja Kabupaten Bogor.
Di sana akan selalu diingat sebagai lokasi proyek ambisius yang mengalami kegagalan besar. Awalnya diwacanakan sebagai Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) terbesar di Indonesia, namun akhirnya gagal dan menjadi bangunan mangkrak.
Dikutip dari Kanal YouTube Dot Co pada Kamis 24 Agustus 2023, lokasi ini dikenal dengan Mega Proyek Kompleks Atlet Hambalang. Nahas karena korupsi membuat proyek ini sekarang menjadi lambang pemborosan dan kegagalan dalam pengelolaan anggaran.
Ide proyek ini pertama kali muncul pada tahun 2003 ketika Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) masih berada di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Proyek ini memiliki ambisi besar untuk menjadi kompleks olahraga yang modern dan lengkap, serta tempat pelatihan atlet yang mumpuni.
Meskipun awalnya diharapkan menjadi pusat kebanggaan nasional, proyek ini mengalami berbagai kendala termasuk peningkatan anggaran yang tidak terduga. Anggaran yang semula direncanakan kisaran puluhan miliar rupiah, akhirnya membengkak menjadi triliunan rupiah.
Selama proses pembangunannya, proyek ini tidak luput dari berbagai kontroversi terkait penggunaan dana, kualitas konstruksi, dan aspek hukum.
Pada akhirnya, proyek ini dihentikan pada tahun 2012 setelah lebih dari Rp2,5 triliun dana negara terkuras. Kompleks atlet yang sudah dibangun hanya tinggal bangunan terbengkalai dan tidak berfungsi.
Kegagalan proyek ini bukan hanya berdampak pada kerugian finansial negara, tetapi juga pada citra pemerintah dan lembaga terkait.
Baca Juga: Tugasnya Cari Pasien, BS Tangan Kanan Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara Jalani Sidang Tuntutan
Apalagi dengan segala kontroversi dan kegagalan yang terjadi, proyek ini menjadi pelajaran tentang pentingnya pengelolaan dana publik yang baik dan akuntabel.
Mega Proyek Kompleks Atlet Hambalang menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya perencanaan yang matang, pengelolaan anggaran yang transparan, serta pengawasan yang ketat dalam setiap proyek besar.
Kasus ini juga mengingatkan kita akan risiko ketika proyek-proyek besar tidak memiliki mekanisme pemeriksaan yang kuat.
Keberadaan Mega Proyek Kompleks Atlet Hambalang adalah cerminan betapa pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap proyek pembangunan.
Meskipun menjadi contoh kegagalan, semoga pengalaman ini bisa mendorong perubahan positif dalam tata kelola proyek-proyek besar di masa depan.***
Berita Terkait
-
Dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Hanya Berjarak 14 KM, Wisata Ini Menawarkan Sensasi Keliling Dunia dalam Satu Hari, Ada Taman Sakuranya
-
Cuma 19,5 Km dari Bandara Susi Air Pangandaran, Jembatan Kereta Api Terpanjang di Indonesia Ini Mangkrak: Sudah Ada Sejak Tahun 1916, Tapi...
-
Cuma 12,2 Km dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Bangunan Rusun 15 Lantai di Kota Bekasi Ini Mangkrak Sejak 2008: Pernah jadi Lokasi Syuting Film ?
-
Sekitar 39 Km dari Bandara Nusawiru Pangandaran, Terowongan Kereta Api Terpanjang di Indonesia Ini Mangkrak Tak Berguna: Pernah Berjaya Ternyata
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'