Suara.com - Garis-garis putih yang kerap terlihat di belakang pesawat ternyata bukan sekadar fenomena visual. Jejak yang dikenal sebagai condensation trails (contrails) ini disebut berkontribusi terhadap pemanasan global.
Menurut Atlas Awan Internasional, contrails dikategorikan sebagai cirrus homogenitus, yakni jenis awan yang terbentuk akibat aktivitas manusia. Fenomena ini muncul dari emisi pesawat saat terbang di ketinggian tinggi.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa jejak kondensasi memiliki dampak terhadap perubahan iklim. Dikutip dari laporan Phys.org, meski besaran pastinya masih terus diteliti, pengurangan jumlah contrails diyakini dapat menekan dampak iklim dari sektor penerbangan.
Jejak kondensasi terbentuk saat pesawat berada di ketinggian sekitar 10–11 kilometer. Pada kondisi atmosfer yang dingin dan lembap, uap air dari mesin pesawat mengembun pada partikel jelaga, lalu berubah menjadi tetesan cairan yang membeku menjadi kristal es.
Kristal es ini berinteraksi dengan radiasi di atmosfer. Di satu sisi, mereka memantulkan sinar matahari yang dapat mengurangi panas yang mencapai permukaan Bumi. Namun di sisi lain, kristal tersebut juga memerangkap radiasi inframerah dari Bumi, sehingga meningkatkan suhu.
Secara keseluruhan, efek pemanasan dari contrails dinilai lebih dominan dibandingkan efek pendinginannya.
Dampak jejak kondensasi juga bergantung pada kondisi atmosfer. Di udara yang kering, jejak ini biasanya cepat menghilang dan tidak berdampak signifikan. Namun di wilayah yang dingin dan lembap, contrails dapat bertahan lebih lama dan berkembang menjadi awan cirrus yang luas.
Awan ini bahkan bisa menutupi area sangat besar dan bertahan selama beberapa jam. Dampaknya terhadap iklim disebut setara dengan puluhan hingga ratusan ton emisi karbon dioksida.
Dalam jangka pendek, contrails menjadi penyumbang utama pemanasan dari aktivitas penerbangan karena efeknya langsung terjadi dalam hitungan jam. Sementara itu, emisi karbon dioksida dari pesawat memberikan dampak jangka panjang yang bisa berlangsung hingga ratusan tahun.
Baca Juga: Dunia di Ambang Krisis Avtur, Harga Tiket Pesawat Bisa Melonjak
Data menunjukkan konsentrasi contrails tertinggi berada di kawasan Eropa, Atlantik Utara, dan Amerika Utara bagian timur, sementara di Asia frekuensinya relatif lebih rendah.
Saat ini, upaya untuk mengurangi dampak tersebut difokuskan pada pengaturan rute penerbangan agar menghindari wilayah atmosfer yang dingin dan lembap. Strategi ini dinilai lebih cepat diterapkan dibandingkan menunggu pengembangan teknologi bahan bakar dan mesin pesawat yang lebih ramah lingkungan.
Penulis: Vicka Rumanti
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kejagung Serahkan Uang Hasil Lelang Ke Kementerian Keuangan Sebesar Rp 1,02 Triliun
-
Tak Cuma Izin WNA! KPK Berpeluang Bongkar Korupsi Sektor Lapas di Kasus Silmy Karim
-
#TataUlangIndonesia! Mahasiswa Demo di Istana dan DPR Bawa 20 Tuntutan
-
Pulang Haji Bos Maktour Fuad Hasan Langsung Diperiksa KPK, Apa yang Bakal Digali?
-
Cek Rute Alternatif! Ini 10 Ruas Jalan yang Ditutup Saat Rombongan Presiden Jerman Melintas
-
Awas Macet! Ribuan Aparat Gabungan Kawal Demo Mahasiswa Hari Ini: DPR hingga Monas Dijaga Ketat
-
Aksi Demo Bertajuk 'GATAL', GMNI Kepung DPR Siang Ini: Rezim Prabowo-Gibran Gagal Total!
-
Demo di Istana Siang Ini! Mahasiswa UBK Bawa 6 Tuntutan: Stop MBG hingga Tolak Militerisme
-
AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan