Ranah.co.id - Pj Bupati Mentawai, Martinus Dahlan mengaku resah adanya iklan penjualan salah satu pulau di daerah yang ia pimpin. Bahkan, ia menilai, jika pulau itu benar dijual, sama halnya menjual negara.
"Pulau-pulau di Indonesia tidak boleh dijual. Kalau diperjualbelikan, sama saja menjual negara kita," ujar Martinus, Senin (9/1/2023).
Terkait adanya iklan penjualan salah satu pulau di Mentawai itu, Martinus mengaku akan menelusurinya lebih lanjut, termasuk soal sertifikat tanah dan properti pulau tersebut.
"Akan kita telusuri ke Badan Pertanahan Nasional. Kita juga akan telusuri, apakah dari orang yang punya dulu menjual, apa perjanjiannya, dan lain-lain," ungkapnya.
Meskipun ada pemilik pulau dahulunya menjual, lanjut Martinus, hal itu juga tidak bisa dilakukan, apalagi dijual ke orang asing.
"Tidak ada namanya pulau diperjualbelikan ke orang asing. Sam seperti menjual negara kita itu," tegasnya.
Sementara itu, dikutuip dari situs www.internationalsurfproperties.com, dituliskan bahwa salah satu pulau, yaitu Pulau Panggalat dijual.
"Paket di salah satu properti selancar terbesar di dunia akan dijual. Pulau A-Frames (nama asli Pulau Panangalat) terletak di kepulauan Mentawai," tertulis dalam situs tersebut.
Juga dijelaskan, bahwa ID properti (pulau) itu ISP-ISP-23911. Kemudian, harga, luas lahan dan jenis properti yang akan dijual juga dituliskan dengan nama penjual diduga Warga Negara Asing (WNA).
Baca Juga: CEK FAKTA: Lesti Dibacok Orang Tak Dikenal dan Tewas di Tempat
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan