Suara.com - Membayar fidyah merupakan salah satu solusi bagi umat Islam yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Fidyah puasa adalah memberikan makanan kepada fakir miskin.
Ketentuan ini berdasarkan Surah Al-Baqarah ayat 184 yang menegaskan bahwa fidyah dapat diberikan dalam bentuk makanan fakir miskin.
Mengutip ulasan di situs resmi Muhammadiyah, salah satu pandangan yang berkembang dalam menentukan besaran fidyah puasa adalah menyesuaikannya dengan harga makanan yang biasa dikonsumsi, sebagaimana aturan yang diterapkan dalam kaffarat sumpah.
Dalam Surah Al-Maidah ayat 89, Allah SWT berfirman yang artinya:
"Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan 10 orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu,” (QS. Al-Maidah: 89).
Ayat ini menunjukkan bahwa nilai kaffarat tidak memiliki standar tetap, melainkan mengikuti harga makanan yang biasa dikonsumsi individu tersebut.
Jika seseorang terbiasa menghabiskan Rp 13.000 untuk sekali makan, maka fidyah puasa yang harus dibayarkan juga sebesar Rp 13.000 untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Jika pengeluaran makan hanya Rp 8.000, maka besaran fidyah pun sebesar Rp 8.000.
Penting untuk dipahami bahwa fidyah puasa dibayarkan sebesar satu kali makan per hari puasa yang ditinggalkan, bukan untuk seluruh konsumsi dalam sehari. Hal ini sesuai dengan konsep kaffarat sumpah, yang menyesuaikan makanan dengan kebiasaan seseorang, bukan seluruh biaya makan dalam sehari. Oleh karena itu, besaran fidyah dapat berbeda sesuai dengan kondisi ekonomi individu.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa fidyah puasa tidak harus dihitung berdasarkan standar tetap seperti 0,6 kg beras, tetapi bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Bahkan, bagi mereka yang tergolong miskin dan tidak mampu membayar fidyah, kewajiban ini tidak berlaku.
Pada akhirnya, pembayaran fidyah bergantung pada kejujuran dalam menilai kemampuan diri sendiri. Keyakinan bahwa Allah SWT Maha Mengetahui segala yang tersembunyi dalam hati menjadi landasan utama dalam menetapkan besaran fidyah puasa yang sesuai.
Berita Terkait
-
Membayar Fidyah 1 Hari, Berapa Besarannya Jika Dibayar Pakai Uang?
-
Fidyah Puasa Ramadan Dibayar Kapan? Ketahui Panduan Lengkapnya
-
Apa yang Dimaksud dengan Fidyah? Ketahui Siapa yang Diperbolehkan dan Aturan Bayarnya
-
Bolehkah Membayar Hutang Puasa Orang Tua yang Sudah Meninggal? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Hukum Tidak Puasa Saat Haid: Kapan Wajib Bayar Fidyah?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Nyai Hj. Hindun Susilowati, Sosok Pengasuh Ponpes Al Muayyad Solo Wafat
-
Update Besaran Zakat Fitrah 2026, Nominal Uang dan Beras
-
Doa Spesifik Hari Kelima Ramadan: Peningkatan Istighfar dan Kesalehan
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup