Suara.com - Dalam ajaran Islam, umat Muslim memiliki sejumlah aturan terkait makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.
Salah satu larangan yang paling dikenal luas adalah larangan mengonsumsi daging babi.
Larangan ini bukan hanya sekadar tradisi atau budaya, tetapi merupakan bagian dari ajaran agama yang memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an, Hadis, serta didukung pula oleh pandangan medis dan kesehatan modern.
Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengapa umat Muslim dilarang makan babi, dilihat dari sudut pandang agama, kesehatan, serta nilai moral dan sosial yang terkandung di dalamnya.
1. Larangan Makan Babi dalam Al-Qur’an
Dalam Islam, hukum makan daging babi adalah haram atau dilarang keras. Larangan ini ditegaskan dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Di antaranya:
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah...” (QS. Al-Baqarah: 173)
Larangan ini juga diperkuat dalam ayat-ayat lain seperti QS. Al-Ma'idah: 3, QS. Al-An'am: 145, dan QS. An-Nahl: 115.
Dari ayat-ayat tersebut, jelas bahwa larangan makan daging babi bersifat tegas dan tidak ada pengecualian, kecuali dalam kondisi darurat di mana nyawa seseorang terancam dan tidak ada makanan lain yang bisa dikonsumsi.
Baca Juga: Terungkap Ayam Goreng Widuran Solo Pernah Pasang Logo Halal, Adakah Sanksi Hukumnya?
2. Rasulullah SAW Menegaskan Larangan Ini
Dalam Hadis, Rasulullah SAW juga secara eksplisit melarang umatnya untuk mengonsumsi daging babi.
Bahkan, beliau memperluas larangan tersebut tidak hanya pada daging, tetapi juga melarang memperjualbelikan, menyimpan, atau mengambil manfaat dari babi.
Dari Jabir bin Abdullah, Nabi SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mengharamkan penjualan khamr (minuman keras), bangkai, babi dan patung..."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa larangan terhadap babi sangat serius, tidak hanya sebagai konsumsi, tetapi juga dalam kegiatan ekonomi dan sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup
-
Awal Rajab NU dan Muhammadiyah 2025, Ini Tiga Amalan yang Bisa Dijalankan
-
Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Apakah Boleh Menurut Ulama dan Fiqih?
-
KH Abdul Muid Ahmad, Ulama Rendah Hati dari Ponpes Al Muayyad Wafat Hari Ini
-
Bacaan Surat Yasin Lengkap 83 Ayat, Latin, Terjemahan, dan Keutamaan Jantung Al-Qur'an
-
Tata Cara dan Niat Sholat Gerhana Bulan 7 September 2025 untuk Imam dan Makmum