Selebtek.suara.com - Sejak 2019, terjadi perubahan fundamental dalam pola pembelian konsumen, dimana konsumen mulai membuat keputusan pembelian yang semakin penting melalui ponsel cerdas mereka. Menurut sebuah studi oleh Google, pencarian melalui telepon genggam untuk "tempat terbaik untuk membeli XYZ" telah meningkat sebesar 70%, dan 59% konsumen menyebutkan bahwa kenyamanan berbelanja di perangkat seluler mereka merupakan hal penting ketika memutuskan merek atau dari toko apa mereka akan membeli sebuah produk.
Seiring dengan berkembangnya preferensi konsumen dan pola pembelian, sangat penting bagi perusahaan untuk mengikuti dan menangkap titik kontak dengan konsumen mereka pada tahap yang tepat dalam proses perjalanan pembelian. Karena telepon genggam telah menjadi bagian penting dari perjalanan ini, perusahaan perlu memperluas saluran komunikasi yang tersedia dengan memasukkan WhatsApp.
Platform keterlibatan berbasis wawasan, MoEngage memungkinkan para perusahaan mempelajari apa yang dicari konsumen mereka di aplikasi seluler atau situs web mereka, menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi langkah selanjutnya yang akan diambil konsumen mereka, serta membantu mereka secara otomatis mengirimkan rekomendasi, peringatan, dan pengingat yang relevan secara kontekstual melalui beberapa saluran komunikasi.
Dengan kemitraan ini, para perusahaan sekarang dapat memiliki komunikasi yang dipersonalisasi dengan konsumen mereka yang melek teknologi dan mengutamakan mobile di WhatsApp.
Alasan mengapa perusahaan tidak dapat mengabaikan WhatsApp
Tersedia di 180 negara dan mendukung 20 bahasa lokal, WhatsApp paling banyak digunakan pada kelompok usia 26 hingga 35 tahun, dimana audiens sudah paham akan kebutuhan internet.
Menurut AISensy, terdapat 54% konsumen yang lebih suka menggunakan WhatsApp untuk menerima status dan pembaruan pengiriman, 50% konsumen yang platform ini untuk membuat janji dan mendapatkan pemberitahuan tentang acara mendatang dan 23% konsumen ingin menerima penawaran promosi dari brand favorit mereka melalui WhatsApp.
Karena semakin banyak perusahaan yang mengadopsi platform ini, tim WhatsApp meningkatkan cara bagaimana perusahaan dapat berkomunikasi dengan konsumen mereka. Misalnya, perusahaan sebelumnya memiliki keterbatasan dalam mengirimkan pemberitahuan tepat waktu, sehingga sulit untuk menindaklanjuti dengan konsumen mereka di luar jendela 24 jam. Untuk memungkinkan interaksi yang lancar dan tepat waktu antara perusahaan dan konsumen mereka, WhatsApp sekarang mendukung lebih banyak jenis pesan, misalnya, untuk memberitahu konsumen saat item yang mereka inginkan telah tersedia kembali. Setelah menyaksikan pentingnya pembaruan berkala dari otoritas kesehatan tentang menanggapi pandemi COVID-19, tim WhatsApp juga berupaya membuat layanan serupa tersedia untuk lebih banyak jenis percakapan.
Komunikasi yang dipersonalisasi dan relevan merupakan kunci
Katakanlah konsumen sebuah perusahaan mencari peralatan berkebun di rumah, menelusuri beberapa produk, dan terdistraksi oleh email penting, yang menyebabkan mereka mengabaikan proses belanja mereka. MoEngage akan mengamati perilaku ini, mengumpulkan wawasan, dan meminta perusahaan tersebut untuk mengirimkan pesan WhatsApp kepada konsumen tersebut yang mengingatkan mereka tentang diskon yang sedang berlangsung untuk peralatan berkebun di rumah selama mereka telah meminta untuk menerimanya.
“Melalui kerja sama dengan Meta, kami bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara para perusahaan dan konsumen dengan memungkinkan mereka untuk memanfaatkan wawasan tentang konsumen, perjalanan, dan dampak jangka panjang dari kampanye WhatsApp pada berbagai metrik bisnis penting seperti LTV, pendapatan, retensi , serta product stickiness”, tambah Raviteja Dodda, CEO dan salah satu pendiri MoEngage. (*)
Berita Terkait
-
4 Cara Mengembalikan Chat WA yang Terhapus, Mudah dan Pasti Berhasil!
-
4 Cara Tag Semua Orang di Grup WhatsApp untuk Kirim Pengumuman Penting
-
5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa WhatsApp Call, Harga Ramah di Kantong Mulai Rp100 Ribuan
-
5 Fakta Lonjakan Trafik Data Lebaran 2026 XLSMART, WhatsApp Naik 64%
-
Terpopuler: Cara Mengatasi WhatsApp Pending, Rekomendasi HP Infinix Kamera Resolusi Tinggi
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
Terkini
-
Palembang Kebanjiran Tiap Hujan, Tapi Air Bersih Belum Merata: Ada yang Salah dengan Kota Ini?
-
Selingkuh Berujung Petaka, Petani di Bone Tewas di Tangan Suami Dendam
-
Baru Operasi, Marc Klok Tetap Main Full dan Bawa Persib Bandung Menang di Padang
-
Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa Hak Orang Miskin Diotak-Atik?
-
Konflik Timur Tengah Berpotensi Picu Krisis Pupuk, Ketahanan Pangan Terancam?
-
Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi
-
Berapa Harga APAR? Heboh Petugas SPBU Ogah Padamkan Motor Terbakar, Sebut APAR Mahal
-
Petualangan Anak Natuna, Kisah Tiga Detektif Cilik Menangkap Penjahat
-
Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat
-
Jaga Stabilitas Harga, Bulog Sumut Lipat Gandakan Kuota Penyaluran Beras SPHP