/
Kamis, 23 Juni 2022 | 14:54 WIB
suara.com

Selebtek.suara.com - Kemarin, Rabu (22/6/2022) Afganistan dilanda gempa hebat berkekuatan magnitudo 6,1. Gempa tersebut terjadi di pegunungan gersang yang ditempati sejumlah permukiman kecil di dekat perbatasan dengan Pakistan, sekitar 160 km arah selatan dari ibu kota Afghanistan, Kabul.

Pemerintah Taliban sampai saat ini berupaya menjangkau wilayah tersebut. Kabarnya, gempa itu menewaskan sekitar 1.000 orang. Namun kendala komunikasi dan akses jalan mengganggu upaya penyelamatan mereka, kata para pejabat.

"Kami tak bisa menjangkau kawasan itu, jaringan (komunikasi) terlalu lemah, kami berusaha mendapatkan perkembangan terkini," kata Mohammad Ismail Muawiyah, juru bicara komandan tinggi militer Taliban di Provinsi Paktika yang terdampak paling parah.

Dilansir drai Suara, gempa ini memakan korban sekitar 2.500 orang yang terdiri dari 1000 orang meninggal dan sisanya mengalami luka-luka. Selain itu lebih dari 3.000 rumah hancur.

Sudah ada sekitar 600 orang yang dievakuasi dari kawasan terdampak pada Rabu malam. Namun penyelamatan menjadi ujian besar bagi pemerintah garis keras Taliban, yang mengambil alih kekuasaan pada Agustus tahun lalu setelah berperang selama dua dekade.

Kementerian pertahanan Taliban memimpin upaya penyelamatan korban gempa tersebut. Media Afghanistan merilis gambar rumah-rumah yang hancur dan jenazah-jenazah terbungkus selimut beberapa jam setelah gempa terjadi.

Sekadar informasi, sebagian wilayah Asia Selatan memang berada di jalur gempa aktif karena lempeng tektonik yang dikenal sebagai lempeng India bergerak ke utara menuju lempeng Eurasia.

Pada 2015, sebuah gempa mengguncang sebuah daerah terpencil di timur laut Afghanistan dan menewaskan ratusan orang di negara itu serta Pakistan utara di dekatnya. (Sumber: Antara/Reuters)

Load More