3. Sayuti Melik
Pemuda bernyali revolusioner ini bertugas mengetik teks proklamasi Dia mengubah beberapa redaksi yang sebelumnya ditulis oleh Soekarno atau Bung Karno dengan tulisan tangannya.
Pemuda bernylali revolusioner ini berani merubah teks tersebut dikarenakan background-nya yang pernah menjadi seorang guru. Ia mengatakan, perihal ejaan Bahasa Indonesia ia lebih mengetahui daripada Bung Karno. Hal ini ia lakukan karena ada beberapa ejaan dan kata yang dinilai tidak tepat.
Adapun redaksi yang diubah oleh Sayuti Melik ketika menuliskan ulang teks proklamasi yaitu, perbuhan kata “tempoh” menjadi tempo; kalimat “wakil-wakil bangsa Indonesia” diganti “Atas nama Bangsa Indonesia” dengan menambahkan nama “Soekarno-Hatta”.
Perbaikan diksi atau kalimat pada teks proklamasi tidak berhenti disitu saja, Sayuti Melik juga merubah kata “Djakarta, 17-8-05” menjadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05”. Angka tahun 05 mengacu pada singkatan dari 2605 tahun showa Jepang yang sama dengan tahun 1945.
4.Latief Hendraningrat
Pemuda bernyali revolusioner ini memiliki nama lengkap Raden Mas Abdul Latief Hendraningrat. Latief merupakan seorang prajurit PETA berpangkat Shodanco atau komandan kompi.
Dengan latar belakang kemampuan militer yang dimilikinya, Latief Hendraningrat bertugas mengamankan halaman depan rumah Soekarno yang digunakan sebagai lokasi proklamasi kemerdekaan.
Saat teks proklamasi dibacakan oleh Bung Karno, Latief bertindak bersama Suhud Sastro Kusumo. bertugas sebagai pengibar bendera Sang Saka Merah Putih. Perlahan-lahan, hadirin spontan menyanyikan Indonesia Raya tanpa dikomando.
Baca Juga: Ekspor dan Impor Kaltim Juni 2022 Naik 124,23 Persen
Usai mengerek bendera Sang Saka Merah Putih untuk pertama kali. Latief lantas menempatkan beberapa prajurit PETA pilihannya untuk berjaga-jaga.
5. Mendur Bersaudara
Deretan pemuda bernyali revolusioner lain di balik peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 adalah adalah Frans Soemarto Mendur dan Alex Impurung Mendur.
Kakak-beradik Mendur itu merupakan wartawan yang berjasa dalam mengabadikan peristiwa bersejarah bangsa Indonesia, yaitu Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Sayangnya hasil foto Hasil foto Alex Mendur, tidak terselamatkan karena telah dirampas oleh pemerintah Jepang. Bahkan tustel (perangkat untuk memotret) milik Alex dirampas oleh tentara Jepang.
Untungnya Frans berhasil menjepret tiga foto yaitu, saat Soekarno membacakan teks proklamasi, pengibaran bendera merah putih oleh anggota Pembela Tanah Air (PETA) Latief Hendradiningrat, dan suasana upacara pengibaran bendera Merah Putih.
Frans bahkan sempat menyembunyikan negatif film hasil jepretannya di kebun kantornya.
Proses mencetak hasil foto tersebut juga harus dilakukan secara diam-diam. Mereka perlu menyelinap saat malam hari, memanjat pohon, dan melompati pagar di samping kantor Domei demi mencetak foto di sebuah lab film.
Kalau sampai tertangkap, hukuman yang menunggu mereka adalah dijebloskan ke penjara atau hukuman mati.
6. Waidan B Palenewen dan F Wuz
Dua prang bernyali revolusioner ini9merupakan dua orang yang menyelenggarakan penyiaran Teks Proklamasi agar mengudara di segala penjuru dunia.
Waidan B Palenewen merupakan kepala Bagian Radio Kantor Berita Domei (nama pada zaman pendudukan Jepang, saat ini Kantor Berita Antara) di Jakarta. Sedangkan F Wuz adalah seorang marconis atau operator radio di Radio Kantor Berita Domei.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 datanglah seorang wartawan bernama Syachruddin ke ruangan Waidan dan menyerahkan secarik kertas bertuliskan Proklamasi.
Tanpa pikir panjang Waidan menghampiri F Wuz yang sedang menyiarkan berita untuk menyetop dan mendahulukan berita Proklamasi.
Waidan meminta F Wuz untuk menyiarkan tiga kali berturut-turut. Namun, ketika akan mengulang siaran yang ketiga, masuklah tiga orang Jepang yang menyentuh tangan F Wuz.
Tanpa takut Waidan menyuruh F Wuz untuk meneruskan dengan nada tinggi. Melihat hal tersebut tiga orang Jepang itu kemudian pergi. Akibat jasa mereka, berita Proklamasi bisa diteruskan ke luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
Terkini
-
7 Walking Shoes Lokal Tanpa Tali Mulai Rp100 Ribuan, Nyaman dan Praktis untuk Jalan Jauh
-
Prabowo Kumpulkan Seluruh Menteri Sore Ini, Evaluasi Besar Program Pemerintah Dimulai
-
Curhat Bos Tanker Was-was Kondisi Skenario Terburuk di Selat Hormuz, Takut Dirudal Iran
-
Balita di Bekasi Tewas di Tangan Ibu Tiri, Menteri PPPA Beri Peringatan Keras!
-
Gus Ipul Minta Warga Tak Terprovokasi Usai Konflik Berdarah di Flores Timur
-
BBM Bisa Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Meledak Hampir 100 Dolar AS
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Golden Ball dan Golden Boot Sama-sama Gagal Diraih Lionel Messi di Piala Dunia 2026, Apa Bedanya?
-
Mengapa Rodri Terpilih sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2026, Bukan Lamine Yamal?
-
Rupiah Keok Lawan Dolar AS Pagi Ini, Jadi Mata Uang Paling Loyo di Asia