Selebtek.suara.com - Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso mengatakan Putri Candrawathi tidak bersikap kooperatif seperti yang dijanjikan sebelumya. Hal itu terlihat dari keterangan Putri yang selalu berubah-ubah saat pemeriksaan dan berbeda dengan saksi maupun tersangka lainnya.
Untuk itu IPW mendesak Polri untuk segera menahan Putri Candrawathi selaku tersangka selaku tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
“Ibu PC saat ini menurut IPW tidak koperatif, terbukti adanya keterangan yang berbeda dengan saksi, maupun tersangka lain. Salah satu alasan penahanan yakni tidak kooperatif,” ujar Sugeng.
Sugeng juga mengatakan Polri bersikap diskriminatif dengan tidak menahan Putri Candrawathi karena alasan masih memiliki anak kecil. Menurutnya, banyak wanita pada kasus lain yang tetap ditahan meski memiliki balita.
“Penyidik harus konsisten ketika penyidik telah menetapkan ibu Putri sebagai tersangka pembunuhan berencana harus ditahan,” kata Sugeng Teguh Santoso, sebagaimana dilansir Suara.com, Minggu (4/9/2022).
Sugeng meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak terlihat tumpul dalam memproses pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.
“Hukum tidak boleh tumpul ke atas tajam ke bawah. Pak Kapolri harus konsisten terkait hal ini. Dengan kedudukan Ibu PC sebagai pejabat utama polri ternyata pernyataan pak Kapolri tidak konsisten,” pungkasnya.
Sebelumnya, Polri mengabulkan permohonan Putri Candrawathi yang meminta tidak ditahan atas dasar pertimbangan kemanusiaan mengingat kondisinya yang masih memiliki balita berusia 1,5 tahun.
Selain memiliki anak kecil, kuasa hukum Putri, Arman Hanis mengatakan kondisi kesehatan kliennya tidak stabil.
Baca Juga: Anak-anak Spesial Unjuk Gigi, Ikut Fashion Show Sembari Tampilkan Hasil Karya Sendiri!
Sementara itu, Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai salah satu alasan Putri Candrawathi tidak ditahan meski sudah berstatus tersangka adalah karena suaminya. Ferdy Sambo, diduga masih memiliki pengaruh kuat di internal Polri.(*)
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Komnas HAM Sebut Ada Dugaan Pelecehan Seksual Istri Ferdy Sambo di Magelang, Wakil Ketua LPSK: Agak Janggal
-
Bukti Dugaan Brigadir J Perkosa Istri Ferdy Sambo Sempat Viral, Komnas HAM Benarkan Hal Itu
-
Hotman Paris Tolak Tawaran Jadi Pengacara Kasus Ferdy Sambo
-
Komnas HAM Wanti-Wanti Begini, Ferdy Sambo: Elu Nggak Tahu Siapa Gua!
-
Ferdy Sambo Disebut Bos Mafia, Tahu Cara Lolos dari Hukum, Netizen: Nyawa Dibayar Nyawa
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
Terkini
-
Xiaomi Luncurkan Power Bank Super Tipis, Paling Serasi untuk iPhone 17 Pro
-
Dicap Pelakor Syariah, Sabrina Farhana Istri Founder Nussa Rarra Minta Perlindungan Allah
-
Ironi Berdarah Gajah Tesso Nilo: Dibantai di Hutan, Berakhir di Tangan Mafia Solo
-
Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei
-
Detik-Detik Mobil APV Dihantam Batu Besar di Jalur PacitanPonorogo, Begini Nasib Pengemudi
-
Cek Fakta: Benarkah AC Masjid Meledak Saat Sholat Subuh hingga 20 Jamaah Meninggal Dunia?
-
Berapa Harga MacBook Neo di Indonesia? Laptop Termurah Apple Akhirnya Rilis
-
Janji Pramono Anung Benahi Jalan Setu Babakan yang Jadi "Bubur Lumpur" Imbas Proyek
-
Aktivitas Gunung Marapi Stabil, Ini Penjelasan Badan Geologi
-
Update Kasus Kekerasan Mahasiswa UNDIP: Arnendo Terlapor Dugaan Pelecehan