Selebtek.suara.com - Hotman Paris Hutapea mengaku sempat diminta menjadi pengacara dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Pengacara kondang itu tegas menolak permintaan menjadi pengacara dalam kasus yang didalangi oleh Ferdy Sambo tersebut.
"Maaf, untuk kali ini saya tidak bisa," kata Hotman Paris dikutip Selebtek dari kanal YouTube TRANS TV Official, Minggu (4/9/2022).
Hotman Paris mengatakan ada alasan tertentu sehingga dirinya menolak permintaan tersebut. Ia menjelaskan saat tawaran itu datang, dirinya tengah menangani kasus lain.
"Di bulan yang sama ada dua kasus viral rakyat kecil yang berhasil saya tolong," tutur Hotman.
Hotman mengungkapkan bahwa tidak semua pengacara membela orang yang jujur. Orang yang sudah jelas bersalah pun berhak mendapatkan pengacara.
"Tapi sebenarnya tidak benar bahwa pengacara itu hanya membela orang yang jujur," lanjutnya.
"Lebih tepat saya mengatakan pengacara itu kepada yang bersalah pun, agar dihukum sesuai dengan kesalahannya," imbuh Hotman.
Hotman mengatakan ia pernah menangani kasus pembunuhan yang mirip dengan kasus Ferdy Sambo yaitu pembunuhan Angeline di Bali. Saat itu ia menjadi pengacara Angeline dengan biaya sendiri.
Baca Juga: Tutup Usia, Love Like the Galaxy Jadi Drama China Terakhir Ji Dongran
Sebelumnya, Hotman Paris menyebut tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo, memiliki peluang lolos dari jeratan pasal pembunuhan berencana atau Pasal 340 dengan ancaman maksimal hukuman mati.
Ferdy Sambo bisa saja dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal 'hanya' 15 tahun penjara. Itu semua tergantung fakta persidangan yang akan terungkap.
Kemungkinan-kemungkinan itu dibeberkan Hotman Paris untuk menjawab banyaknya pertanyaan warganet terkait penerapan Pasal 340 dan Pasal 338 pada Ferdy Sambo melalui akun media sosialnya.
Untuk itu dalam persidangan dia berharap jaksa lebih berhati-hati dalam menangani kasus Ferdy Sambo.(*)
Berita Terkait
-
Komnas HAM Wanti-Wanti Begini, Ferdy Sambo: Elu Nggak Tahu Siapa Gua!
-
IPW: Polri Harus Segera Tahan Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Karena Tidak Kooperatif
-
Seorang Ibu Mengadu ke Hotman Paris, Anaknya Tewas di Ponpes Diduga Korban Kekerasan: Kapolda, Tolong Diusut
-
Ferdy Sambo Disebut Bos Mafia, Tahu Cara Lolos dari Hukum, Netizen: Nyawa Dibayar Nyawa
-
Ketua Komnas HAM Sebut Ferdy Sambo Bos Mafia: Kayak Gak Ada Masalah
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Pramono Anung Obral Hak Penamaan Seluruh Halte di Ibu Kota: Percuma Bagus Kalau Tak Ada Penghasilan
-
Dikawal Tentara, Kejaksaan Geledah Kantor ULP Siak
-
Kenapa Barcelona Gagal ke Final Copa del Rey meski Menang 3-0 atas Atletico Madrid?
-
Thom Haye Menepi, John Herdman Patut Lirik 2 Nama Ini sebagai Opsi! Siapa Paling Layak?
-
Profil dan Biodata Ressa Rosano yang Gugat Denada Rp7 Miliar
-
28 Link Download Desain Amplop THR Lucu, Gratis Tinggal Cetak!
-
Jadwal F1 GP Australia 2026: Ada Kejutan Apa di Albert Park?
-
Ramalan Zodiak Hari Ini 4 Maret 2026: Prediksi Cinta, Karier, dan Keberuntungan
-
Harga Perak Antam Ambles Parah, Efek 'Super Dollar' Guncang Pasar Logam Mulia
-
Statistik Gila Penggawa Timnas Indonesia di Italia, Jay Idzes dan Emil Audero Susah Digeser